Menu

Mode Gelap
Matahukum Soroti Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Lebak Rp29 Miliar Kejagung Diminta Periksa Kepala Bea dan Cukai Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Diduga Abaikan Kerugian Negara, Matahukum Laporkan Kebijakan Mantan Menhut Siti Nurbaya ke Kejagung Pengamat Nilai PSI Terlalu Jumawa, Ambisi Rebut Bali hingga DKI Dinilai Konyol Bali Kotor Dituding Pejabat Korea, Prabowo Inisiatif Gotong Royong Kejagung Siap Kaji Laporan Dugaan Penguasaan Mobil dan Gratifikasi Dr Robert

Politik

Pengamat Nilai Tutut Soeharto Layak Pimpin Golkar di Tengah Gonjang-Ganjing Politik


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Jakarta – Pengamat politik Nusantara, Egi Hendrawan, menilai bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Partai Golkar untuk melakukan pergantian kepemimpinan. Menurutnya, posisi ketua umum Golkar ke depan sebaiknya diisi oleh sosok yang memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Situasi sekarang sangat riskan. Golkar perlu dipimpin oleh figur yang benar-benar seirama dengan Presiden Prabowo. Dari pengamatan saya, Tutut Soeharto adalah tokoh yang paling tepat hari ini untuk menduduki kursi ketua umum Golkar,” ujar Egi, Senin (2/9).

Egi menilai Tutut Soeharto memiliki rekam jejak yang mumpuni, mulai dari pernah menjabat Menteri Sosial hingga anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Selain itu, sebagai putri Presiden Soeharto yang membawa Golkar pada masa kejayaannya, Tutut dianggap memiliki pemahaman mendalam tentang arah partai.

“Bu Tutut adalah ‘kuning banget’. Beliau tahu betul siapa saja yang ada di Golkar dan apa yang harus dilakukan untuk kemajuan partai. Kedekatannya dengan Pak Harto membuatnya mengerti bagaimana membawa Golkar ke depan,” tambah Egi.

Sementara itu, ia juga menyoroti kepemimpinan Bahlil Lahadalia yang kini merangkap sebagai Menteri sekaligus Ketua Umum Golkar. Menurutnya, sejumlah kebijakan Bahlil menuai ketidakpuasan publik, seperti polemik gas 3 kg dan izin tambang di Raja Ampat.

“Demo kemarin adalah salah satu indikator ketidakpuasan rakyat terhadap Presiden Prabowo akibat ulah menteri-menterinya, termasuk Bahlil. Apalagi, Bahlil lebih dikenal sebagai orang dekat Presiden ke-7, Joko Widodo. Ini riskan bagi posisi Golkar ke depan,” tegasnya.

Egi menegaskan, sudah saatnya Golkar dipimpin tokoh yang memiliki keselarasan penuh dengan pemerintahan Presiden Prabowo demi menjaga stabilitas politik dan memperkuat peran partai dalam pemerintahan.

Baca Lainnya

Pengamat Nilai PSI Terlalu Jumawa, Ambisi Rebut Bali hingga DKI Dinilai Konyol

3 Februari 2026 - 16:13 WIB

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

25 Januari 2026 - 22:08 WIB

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

16 Januari 2026 - 07:52 WIB

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades
Trending di Politik