Teropongistana.com Jakarta — Pengamat politik sekaligus Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, melontarkan kritik keras terhadap langkah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dinilainya terlalu jumawa dalam menargetkan perebutan sejumlah wilayah strategis pada Pemilu mendatang.
Menurut Jerry, ambisi PSI untuk merebut kota-kota besar dan wilayah baru seperti Bali, DKI Jakarta, hingga Papua Tengah tidak realistis jika melihat kekuatan elektoral partai tersebut saat ini.
“PSI ini terlalu jumawa. Bali itu cuma satu dapil DPR RI, sementara di dalamnya ada delapan kabupaten/kota. Itu berat sekali. Kaesang boleh semangat, tapi secara politik ini seperti semut mau mengangkat anak gajah,” ujar Jerry dalam diskusi daring (webinar), Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menilai klaim PSI untuk menantang partai-partai besar terkesan sebagai ambisi konyol yang tidak disertai perhitungan matang. Jerry menyarankan PSI untuk lebih realistis dengan menempatkan diri sejajar dengan partai-partai menengah dan kecil lainnya.
“Kalau mau menantang partai raksasa, pikir-pikir dulu. Kecuali PSI mau bersaing dengan PKS, itu pun masih berat,” tegasnya.
Jerry juga menyoroti peluang PSI untuk lolos ambang batas parlemen 4 persen yang menurutnya sangat sulit dicapai. Ia mengungkapkan bahwa meski ada wacana dari sejumlah lembaga agar parliamentary threshold diturunkan menjadi 3 persen, usulan tersebut hampir pasti ditolak partai-partai besar.
“Bahkan ada wacana threshold dinaikkan menjadi 7 persen. Jadi peluang PSI makin kecil,” kata Jerry.
Lebih lanjut, ia menilai strategi PSI sejatinya menempatkan partai tersebut pada level yang sama dengan Perindo, Partai Buruh, Partai Ummat, dan PPP. Namun, Jerry justru mengaku lebih optimistis terhadap peluang PPP dibanding PSI.
“PSI memang suaranya nyaring, tapi elektoral itu soal angka, bukan sekadar narasi. Saya lebih optimis PPP lolos ke parlemen ketimbang PSI,” pungkasnya.










