Menu

Mode Gelap
Dave Laksono: Indonesia Harus Perkuat Kedaulatan di Tengah Geopolitik Global LPI Dukung Pemerintah Segera Eksekusi Pajak Kapal Asing di Selat Malaka Kasus Sri Rahayu Buktikan Perlindungan Pekerja MBG Masih Diabaikan Pengelola CBA Bongkar Bisnis “Centeng” Pejabat: Honor Pengawal Gubernur Maluku Utara Capai Rp660 Juta Mata Hukum Desak Rudy Susmanto Tindak Tegas Dugaan Jual Beli Jabatan di Daerah Pastikan Transparan dan Adil, Dindikbud Lebak Matangkan Tahapan SPMB

News

Jaksa Agung Minta Jajaran Adhyaksa Amankan Proyek Nasional


					Jaksa Agung Minta Jajaran Adhyaksa Amankan Proyek Nasional Perbesar

TeropongIstana.com Jakarta – Jaksa Agung Republik Indonesia (RI), Sanitiiar (ST) Burhanuddin meminta jajaran Adhyaksa untuk mengamankan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Kejati Jawa Tengah. Kata Burhanuddin, proyek tersebut yaitu pembangunan Jalan Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah dan Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak seksi satu Jawa Tengah.

“Pengamanan itu dilakukan dengan deteksi dini mengantisipasi terjadinya celah korupsi saat berlangsungnya kegiatan. Harus memberikan masukan yang tepat kepada pimpinan dan menunjukan peran Kejaksaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan bangsa,”ucap ST Burhanuddin saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (13/10).

Baca juga 

  • Jaksa Agung Minta Adhyaksa Bekerja Profesional dan Cerdas
  • Perintah Jaksa Agung ke Bidang Pengawasan Adhyaksa

Selain itu, Burhanuddin juga mengingatkan agar warga Adhyaksa untuk memelihara semangat luhur yang terkandung di dalam Restorative Justice. Dia tak menginginkan jajarannya menciderai kepercayaan masyarakat dengan memperjual belikan keadilan.

Orang nomor satu di lingkungan Adhyaksa juga meminta jajaran Adhyaksa agar mensosialisasikan peran Kejaksaan dalam peradilan umum kepada masyarakat, melalui sarana yang tersedia, guna mengedukasi korelasi erat antara dominus litis Kejaksaan dengan Restorative Justice. Selain itu, untuk memastikan kebijakan yang diambil oleh Jaksa Agung tepat, dibutuhkan kepatuhan pengisian aplikasi cms public dan dashboard cms dari setiap satuan kerja sebagai bahan pertimbangan.

“Dalam hal penanganan tindak pidana korupsi, Jaksa Agung mengapresiasi penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan, dan tetap memotivasi satuan kerja yang belum mengungkap tindak pidana korupsi di wilayahnya,”tegas Burhanuddin.

Baca juga : Kejangung Kembali Periksa Tiga Saksi Dugaan Korupsi LPEI

Sedangkan dalam rangka percepatan penghapusan piutang negara atau bekas perkara tindak pidana korupsi yang ada di lingkungan Kejati Jawa Tengah, meminta untuk meningkatkan sinergitas Bidang Pidsus dan Bidang Datun, serta memahami Pedoman Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Kejaksaan RI.

“Melalui kunjungan kerja kali ini kembali mengingatkan fungsi penting Jaksa Pengacara Negara dalam mendukung percepatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sangat diperlukan, untuk itu perlu segera membangun koordinasi dengan stakeholders,” harap Burhanuddin.

Baca juga : Kejagung Kembali Periksa Enam Saksi Dugaan Korupsi PT ASABRI

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas bidang Pidana Militer, lanjut Burhanuddin, agar para pegawai segera mempersiapkan diri untuk mendukung pelaksanaan tugas Asisten Pidana Militer, dan segera beradaptasi dan bersinergi menjalankan tugas sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Burhanuddin juga mengingatkan kepada jajaran Bidang Pengawasan untuk segera menindaklanjuti laporan pengaduan yang masuk, dan jangan dibiarkan berlarut-larut hingga menjadi tunggakan.

Kunjungan kerja ini setelah hampir satu tahun tidak dapat dilaksanakan akibat pandemi Covid-19, namun kunjungan kerja Jaksa Agung selama pandemi Covid-19 tetap dilaksanakan melalui sarana virtual.

“Sebelum ke kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah juga mengunjungi Kejaksaan Negeri Kota Semarang. Selama kunjungan ke kantor Kejaksaan Negeri tersebut, menyempatkan untuk melakukan pemeriksaan pada setiap bidang dan menyapa para pegawai dengan penuh kekeluargaan,”terang Burhanuddin. (Red)

Baca Lainnya

Kasus Sri Rahayu Buktikan Perlindungan Pekerja MBG Masih Diabaikan Pengelola

22 April 2026 - 17:03 WIB

Kasus Sri Rahayu Buktikan Perlindungan Pekerja Mbg Masih Diabaikan Pengelola

Kapal Pertamina Dikuasai WNA: Matahukum Sebut Langgar Asa Cabotage dan Ancaman Kedaulatan

21 April 2026 - 21:42 WIB

Kapal Pertamina Dikuasai Wna: Matahukum Sebut Langgar Asa Cabotage Dan Ancaman Kedaulatan

Top 3 Menteri Kabinet Prabowo: Sektor Ekonomi dan Infrastruktur Diapresiasi

21 April 2026 - 17:50 WIB

Top 3 Menteri Kabinet Prabowo: Sektor Ekonomi Dan Infrastruktur Diapresiasi
Trending di Nasional