Menu

Mode Gelap
Usulan Daftar Hitam Pelaku Politik Uang, Golkar: Butuh Pembenahan Sistem Menyeluruh Negara Jangan Kalah Dong, MataHukum Desak Satgas Audit Koordinat Tambang Curugbitung Kebenaran Tak Bisa Dibubarkan: Pekik Perlawanan Banten di Film Pesta Babi Jaksa Agung: Tak Ada Lagi Kekayaan Negara Bocor dan Dikuasai Segelintir Pihak 18 Saham Indonesia Terdepak dari Indeks MSCI, Marwan Jafar Desak BEI Terus Berbenah DPR di Tengah Siswa: Adde Rosi Dorong SMAN 1 Pangarangan Jadi Pusat Prestasi ​

Nasional

Dampingi Psikossial Penyintas Anak-anak Terdampak Gempa


					Dampingi Psikossial Penyintas Anak-anak Terdampak Gempa Perbesar

Teropongistana.com Turki – Seperti yang kita ketahui bahwa Tim PCIM Turki yang di support oleh Lazismu terus mendampingi penerjemahan Tim EMT MDMC. Terhitung sejak Kamis(16/02) 2023 Tim PCIM datang ke Hatay dan bertujuan untuk melakukan program Pendampingan Penerjemahan.

Program Pendampingan Penerjemahan ini dilakukan setiap sore pada pukul 16.00 TRT (Waktu Turki) dengan 3 orang penanggung jawab dan beberapa Volunteer yang memiliki pengalaman sebagai guru juga ikut terjun dalam program Pendampingan Psikososial.
Penanggung jawabnya antara lain adalah Hidayah Hariani, Keisha Aura Fajria Putri dan Bayizah Angga. Mereka bertepatan awalnya bertugas sebagai Penerjemah dari pagi-sore hari (Pukul 09.00-15.00 TRT) dan bertugas mendampingi Psikososial dari pukul 16.00-18.00 TRT (Waktu Turki).

Baca juga : Legislator PKB Nyatakan Duka Cita Gempa Turki: Pemerintah RI harus Bantu

Pendampingan Psikososial yang dilakukan oleh Tim PCIM dan Tim Lazismu ini awalnya dilakukan 2 hari sekali tapi sejak kedatangan Bantuan Tim Penerjemah Pendampinga Psikososial dilakukan setiap hari.
Pendampingan Psikososial yang dilakukan memiliki peminat yang terus meningkat setiap harinya. Mulai dari 20 orang hingga sampai kemaren Total ada 60 orang anak yang ikut serta dan bermain bersama teman-teman di Program Psikososial.

Jumlah anak-anak yang terus bertambah dan perbedaan sifat serta Kharakter yang dimiliki oleh mereka membuat Tim Pendampingan Psikososial sedikit kesusahan awalnya.

Tapi teman-teman Psikososial tetap semangat sambil terus mencari bagaimana cara untuk membuat anak-anak dapat bermain bersama.
Penyemangat itu juga datang dari anak-anak yang semangat sekali untuk belajar. Hal tersebutlah yang menjadi motivasi Tim Pendampingan Psikososial untuk terus membuat permainan, program belajar bahasa inggris secara singkat dan menanamkan nilai pembelajaran pada diri mereka.
Seperti halnya yang di sampaikan salah satu anak “Böyle gibi çok seviyorum çünkü bizim okulmuz yoktur, teşekkürler “.

“Aku sangat senang dengan program ini karena sekolah kita ga ada, makasih banyak yaa” ungkap salah satu Penyintas anak-anak kepada salah satu Tim Pendampingan Psikososial.

Semoga ini menjadi awalan yang baik dalam proses Psikososial Para Penyintas anak-anak dan juga awalan yang baik dalam penjajakan Internasionalisasi Muhammadiyah di Turki. (Jum)

Baca Lainnya

18 Saham Indonesia Terdepak dari Indeks MSCI, Marwan Jafar Desak BEI Terus Berbenah

13 Mei 2026 - 15:18 WIB

18 Saham Indonesia Terdepak Dari Indeks Msci, Marwan Jafar Desak Bei Terus Berbenah

DPR di Tengah Siswa: Adde Rosi Dorong SMAN 1 Pangarangan Jadi Pusat Prestasi ​

13 Mei 2026 - 05:51 WIB

Dpr Di Tengah Siswa: Adde Rosi Dorong Sman 1 Pangarangan Jadi Pusat Prestasi ​

Kritik Kasus Nadiem, MataHukum: Jangan Kriminalisasi Inovasi Kebijakan

12 Mei 2026 - 20:44 WIB

Kritik Kasus Nadiem, Matahukum: Jangan Kriminalisasi Inovasi Kebijakan
Trending di Nasional