Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

Politik

Prabowo dan Jokowi Adu Kuat Dipanggung Kekuasaan


					Ketereangan Foto : Presiden Prabowo Subianto dan Mantan Presiden Jokowi Dodo. Perbesar

Ketereangan Foto : Presiden Prabowo Subianto dan Mantan Presiden Jokowi Dodo.

Teropongistana.com Jakarta – Politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, mengemukakan analisis tajam terkait dinamika kekuasaan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sosok yang paling berpotensi mengguncang stabilitas Prabowo, bahkan menurunkannya dari kursi presiden, adalah Joko Widodo.

Jokowi dan Jaringan Kekuasaannya

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai presiden, Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang kuat. Ia tetap didukung oleh jutaan loyalis, memiliki akses terhadap dana besar, serta dekat dengan oligarki dan elite politik nasional. Jaringan ini diperkuat dengan hubungan eratnya dengan pimpinan partai politik, termasuk yang tergabung dalam koalisi Prabowo, serta kedekatannya dengan pimpinan TNI-Polri.

Keberadaan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden juga menambah dimensi baru dalam dinamika kekuasaan. Gibran, sebagai putra Jokowi, dianggap sebagai perpanjangan tangan politik sang ayah di Istana. Dengan kombinasi faktor ini, Prabowo dinilai harus tetap menjaga hubungan baik dengan Jokowi agar dapat menjalankan pemerintahan dengan stabil hingga 2029.

Dinamika Ekonomi dan Pertemuan Intensif

Situasi ekonomi yang semakin menantang membuat pertemuan antara Prabowo dan Jokowi semakin sering terjadi. Selain membahas kebijakan nasional, pertemuan-pertemuan ini diduga juga berkaitan dengan akses terhadap sumber daya keuangan yang masih dikendalikan oleh mantan presiden tersebut.

Namun, apakah Jokowi benar-benar masih menjadi kingmaker yang dapat menentukan arah pemerintahan? Ataukah Prabowo akan menemukan cara untuk memperkuat posisinya tanpa berada dalam bayang-bayang Jokowi?

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Istana terkait pernyataan Beathor Suryadi. Namun, perkembangan politik ke depan akan semakin menarik untuk disimak, terutama terkait bagaimana hubungan Jokowi dan Prabowo dalam menjaga keseimbangan kekuasaandiIndonesia.

Baca Lainnya

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir di Tengah Tekanan Global

8 April 2026 - 20:53 WIB

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir Di Tengah Tekanan Global

Ketum Gerak 08 Kecam Pernyataan Saiful Mujani

8 April 2026 - 09:49 WIB

Aktivis 98 Sekaligus Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08), Revitriyoso Husodo, Mengkritik Keras Pernyataan Pengamat Politik Saiful Mujani Yang Dinilai Berpotensi Memicu Kegaduhan Publik.

Sinergi Daerah hingga Nasional, PKB Lebak Melesat di Muscab 2026

6 April 2026 - 22:32 WIB

Sinergi Daerah Hingga Nasional, Pkb Lebak Melesat Di Muscab 2026
Trending di Politik