Menu

Mode Gelap
Deinas Geley: Kontingen Pesparawi Papua Tengah Bawa Nama Daerah dan Kesaksian Iman PIM Soroti Monopoli Rental Mobil Pejabat Pemkot Tangerang PT Sinergi Prima Sejahtera Diduga Buang Limbah B3 Sembarangan Cemari Sungai Modernisasi Layanan: PERADI Profesional Hadirkan Sistem Bantuan Hukum Berbasis Teknologi PKB Jabar Fest Teguhkan Politik Pelayanan untuk Rakyat Perkuat Harkamtibmas dan Kemitraan Warga, Polda PBD Lakukan Lomba Poskamling

News

Mulyadhi DPRD Pandeglang Siap Fasilitasi Penyelesaian Konflik Lahan Rancapinang demi Keadilan Bersama


					Foto Mulyadhi SH Anggota DPRD Pandeglang Komisi II 17 Juni 2025. Perbesar

Foto Mulyadhi SH Anggota DPRD Pandeglang Komisi II 17 Juni 2025.

Teropongistana.com Pandeglang — Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PKB, Mulyadhi, S.E., yang juga duduk di Komisi II, menyatakan kesiapannya untuk mengawal penyelesaian sengketa lahan antara warga Desa Rancapinang dan pihak TNI AD. Konflik tersebut mencuat akibat klaim warga bahwa tanah yang kini dikuasai secara legal oleh TNI AD dulunya dijual secara tidak sah oleh oknum tertentu.

Mulyadhi menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dan tetap mengedepankan rasa keadilan bagi semua pihak, (17/6).

“Intinya, kita semua harus bekerja dengan hati. Pada dasarnya, masyarakat harus kita jaga dan cintai. Rasa keadilan semua pihak harus ditegakkan. Pemerintah bersama pihak terkait harus duduk bersama menyelesaikan masalah ini, jangan sampai semuanya dirugikan,” ungkapnya, Selasa (17/6/2025).

Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas keresahan warga, yang merasa hak mereka atas tanah tersebut berpindah tangan tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. “Kami menghormati legalitas kepemilikan lahan oleh TNI AD. Namun keresahan warga tidak boleh diabaikan,” lanjut Mulyadhi.

Menurutnya, penyelesaian konflik harus dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan ketegangan sosial yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi dan rasa keadilan kepada semua pihak.

“Pendekatan persuasif dan mediasi adalah langkah paling bijak. Ini bukan hanya soal status tanah, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” tuturnya.

Mulyadhi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing provokasi, serta menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen akan terus mengawal proses penyelesaian konflik ini sampai tuntas.

“Saya dipilih dan diberi amanah oleh rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Saya yakin pasti ada jalan keluar yang baik untuk semua,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, GSBK Soroti Kualitas Barang

8 Juni 2026 - 19:56 WIB

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, Gsbk Soroti Kualitas Barang

Setahun Berdiri Belum Terbuka, FPHI Sebut Danantara Jadi Kotak Hitam​

8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Setahun Berdiri Belum Terbuka, Fphi Sebut Danantara Jadi Kotak Hitam​

Korupsi BGN Mencuat, Pengamat Desak Evaluasi Logika Bisnis di Program MBG

5 Juni 2026 - 10:40 WIB

Korupsi Bgn Mencuat, Pengamat Desak Evaluasi Logika Bisnis Di Program Mbg
Trending di News