Menu

Mode Gelap
Dugaan Fee Proyek di BPJN Banten Menguat, GAMMA akan seret ke Aksi Jalanan Hingga Pelaporan Ke APH Wujudkan Hukum Humanis, Sutikno Pimpin Kejati Jabar Mesak Habari: Hentikan Pengadilan Opini, Utamakan Pembuktian dalam Polemik DPRD Halut Jelang May Day, Polda Papua Barat Daya Perkuat Sinergi dengan Buruh untuk Ciptakan Situasi Aman di Kota Sorong Cari Solusi Legalitas, Rakor Kodim Pandeglang Sepakat Tertibkan Tambang Soal Praktik BBM Ilegal, Wakapolda Tegaskan Itu Bersifat Personal Bukan Institusi

Internasional

AS Dukung Pemanfaatan AI dalam Dunia Jurnalisme Melalui Diskusi Publik di Jakarta


					Foto Emily Magaziner. Perbesar

Foto Emily Magaziner.

Teropongistana.com Jakarta — Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan teknologi dan kebebasan pers melalui diskusi publik bertajuk “Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Jurnalisme”. Acara ini dihadiri oleh jurnalis, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pejabat Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS, Emily Magaziner, menegaskan pentingnya peran AI dalam lanskap media saat ini.

“Amerika Serikat, sebagai pemimpin global dalam ilmu pengetahuan dan inovasi, terus mengembangkan teknologi AI mutakhir,” ujar Magaziner dalam sambutannya Jakarta 25 Juli 2026.

“AI mengubah cara berita diproduksi, disebarluaskan, dan dikonsumsi  serta mengubah bagaimana para jurnalis di seluruh dunia menjalankan tugasnya. Saya harap presentasi dan diskusi hari ini memberikan kesempatan untuk mempelajari kekuatan dan potensi AI.”

Diskusi ini menyoroti peluang dan tantangan yang dihadapi industri media dalam mengadopsi kecerdasan buatan, termasuk isu etika, akurasi informasi, dan keberlanjutan profesi jurnalistik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif diplomasi publik Kedutaan Besar AS untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang teknologi dan keterbukaan informasi di kawasan Asia Tenggara.

Baca Lainnya

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis

Geopolitik di Balik Temuan Glider Jalur ALKI II

12 April 2026 - 22:09 WIB

Geopolitik Di Balik Temuan Glider Jalur Alki Ii
Trending di Internasional