Teropongistana.com JAKARTA – Sejak awal Presiden Prabowo Subianto sudah mewanti-wanti agar penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dipercepat, solusinya dengan memberdayakan secara maksimal dapur-dapur sekolah, tidak hanya melalui dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Arahan presiden tersebut semata-mata untuk memastikan agar semakin cepat dan semakin banyak anak-anak, para siswa, termasuk para ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia yang bisa menikmati makan bergizi yang sangat dibutuhkan untuk pemenuhan gizi dalam pertumbuhannya.
Pemanfaatan Dapur Sekolah secara maksimal untuk Program MBG ini melibatkan sekolah dan lingkungan sekitar. Targetnya meliputi pemenuhan standar kebersihan dan sanitasi, memastikan kapasitas produksi yang sesuai, menerapkan pengelolaan bahan makanan yang higienis, menjamin sirkulasi dan ventilasi udara yang baik, serta penyimpanan dan penyajian makanan yang aman.
Dapur Sekolah juga dapat berfungsi sebagai pusat edukasi gizi, mendukung ekonomi lokal melalui pengadaan bahan dari UMKM, dan menjadi bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyalurkan makanan bergizi sesuai standar Badan Gizi Nasional.
Selain itu, menurut Fadhil As, Mubarok dari Mubarok Institute, dengan memberdayakan dan memaksimalkan fungsi dan peran Dapur Sekolah, tidak sekadar menyediakan makanan semata, tetapi menjadi laboratorium untuk pendidikan karakter anak-anak.
“Saat anak-anak terlibat dalam kegiatan seperti mencuci piring, membersihkan area makan secara mandiri, sejatinya mereka sedang mempraktekkan pembelajaran untuk tanggung jawab, gotong royong, dan saling menghargai, serta rasa kebersamaan. Semoga hal-hal kecil ini bisa membangkitkan karakter anak-anak kita ke depan, yang selama ini terasa hilang,” jelas pria yang akrab disapa Gus Fadhil ini.
Perlunya Digitalisasi untuk Menunjang Percepatan Penerima Manfaat
Hal lain untuk mempercepat Program MBG ini, pemerintah juga berencana akan menerapkan sistem digital dalam pelaksanaan program MBG.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan kepada awak media, di Kantor Kementrian Komdigi, Jakarta, Selasa (26/08/2025).
Sistem digital yang d pakai lanjut pria yang akrab disapa LBP juga merupakan bagian dari implementasi Digital Infrastruktur (DPI).
“Jika menggunakan digitalisasi maka data-data terkait MBG juga akan lebih lengkap, sehingga Bapak Presiden bisa mendapat data-data yang lebih lengkap, sehingga beliau bisa membuat keputusan-keputusan yang tepat,” jelas Luhut.
Sementara itu, Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre dan Ekonom Pancasila), kepada media menyampaikan bahwa bahwa program Makan Bergizi Gratis ini lumayan bagus, minimal niatnya bagus.
“Bahwa di sana sini masih banyak kekurangan, itu memang suatu problem tersendiri, dan Presiden Prabowo Subianto harusnya mempunyai tim yang keren dan beken. Beliau gagal membuat the winning team dalam kabinetnya, sehingga program yang bagus masih terjadi kendala dan tak sukses di lapangan,” pungkasnya. (ws)