Teropongistana.com Denpasar – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali menyerukan kepada generasi muda dan mahasiswa di Provinsi Bali untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta terus mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyikapi dinamika sosial-politik yang tengah berkembang di berbagai daerah Indonesia.
Seruan ini disampaikan Ketua Pemuda Katolik Komda Bali, Yogaswara, melalui telekonferensi dari Jakarta, usai aksi damai yang berlangsung pada Sabtu siang (30/8).
“Prinsipnya, kami dari Pemuda Katolik Komda Bali mengimbau agar pemuda, khususnya di Bali, tidak terprovokasi dengan kejadian-kejadian yang dalam beberapa waktu ini terjadi di Jakarta, Bandung, Makassar, maupun Yogyakarta,” ujar Yogaswara.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas di Provinsi Bali. “Saya yakin, pemuda-pemuda dan adik-adik mahasiswa memiliki komitmen yang sama untuk menjaga Bali tetap damai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yogaswara menilai bahwa pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, perlu segera membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah potensi gesekan sosial yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu.
“Kalau ruang dialog tidak segera diberikan, saya khawatir akan ada pihak-pihak yang menginginkan Bali chaos dengan memanfaatkan situasi nasional,” tegasnya.
Menurutnya, dialog yang melibatkan berbagai unsur – mulai dari pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, akademisi, hingga mahasiswa – merupakan alternatif terbaik demi menjaga kedamaian dan ketenteraman di Pulau Bali.
“Dengan komunikasi terbuka, musyawarah, dan melibatkan semua elemen, Bali akan mampu tetap solid dalam menjaga harmoni sosial,” pungkas Yogaswara.