Menu

Mode Gelap
Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja 1.000 Genset ESDM–PLN Jadi Cahaya Warga Aceh Pascabencana PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945 Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI

Nasional

Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar


					Foto/Dok. Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Advokasi Anggaran Rakyat (KOMPAS-R) Perbesar

Foto/Dok. Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Advokasi Anggaran Rakyat (KOMPAS-R)

Teropongistan.com Jakarta – Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Advokasi Anggaran Rakyat (KOMPAS-R) menggelar audiensi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kantor Kementerian PU, Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

Audiensi ini dilakukan untuk meminta penjelasan serta mendorong evaluasi menyeluruh baik internal maupun eksternal atas pelaksanaan paket pekerjaan peningkatan Jalan Simpang Ciboleger, bagian dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp9,6 miliar, yang dikerjakan oleh CV. Masayu Citra Wisesa.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa yang sebelumnya dilakukan KOMPAS-R di Kementerian PU. Dalam aksi tersebut, KOMPAS-R menyampaikan sejumlah catatan kritis dan tuntutan terkait dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi kontrak serta perencanaan teknis yang berlaku.

Hingga audiensi digelar, KOMPAS-R menilai belum ada penjelasan yang komprehensif, terbuka, dan bertanggung jawab dari pihak kementerian atas tuntutan yang telah disampaikan.
Perwakilan KOMPAS-R, Prayoga Pangestu, menyatakan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan sekaligus memastikan adanya pertanggungjawaban administratif dan teknis dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan tersebut.

“Audiensi ini merupakan upaya menindaklanjuti tuntutan aksi sebelumnya. Namun sampai hari ini, kami menilai belum ada langkah konkret maupun penjelasan substansial dari Kementerian PU atas persoalan yang kami soroti,” ujar Prayoga.

KOMPAS-R menyayangkan pelaksanaan audiensi yang hanya dihadiri oleh perwakilan Subbagian Komunikasi Publik dan Direktorat Kepatuhan Intern Kementerian PU, tanpa kehadiran pihak-pihak teknis yang memiliki kewenangan langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek peningkatan Jalan Simpang Ciboleger.

Atas dasar itu, KOMPAS-R secara tegas mengultimatum Kementerian PU untuk menjadwalkan ulang audiensi lanjutan dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, yakni:

•Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten

•Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi Banten

•PPK 2.3 Provinsi Banten

•Konsultan pengawas pekerjaan Simpang–Ciboleger

•Penyedia jasa pelaksana, CV. Masayu Citra Wisesa

KOMPAS-R menegaskan, kehadiran seluruh unsur tersebut merupakan syarat mutlak agar audiensi berjalan efektif, berbasis data teknis, serta mampu menghasilkan kejelasan dan rekomendasi yang terukur.

“Tanpa kehadiran pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab langsung, audiensi berpotensi menjadi forum formalitas tanpa solusi konkret. Kementerian PU harus bersikap serius dan terbuka,” tegas Prayoga.

Sebagai bagian dari kontrol sosial yang konstruktif, KOMPAS-R menyatakan akan terus mengawal proses klarifikasi dan evaluasi proyek peningkatan Jalan Simpang Ciboleger hingga terdapat kepastian langkah tindak lanjut dari Kementerian PU, serta memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai ketentuan kontrak, prinsip akuntabilitas, dan kepentingan masyarakat. (Red)

Baca Lainnya

PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Ppbn Ri–Lvri Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI

9 Januari 2026 - 14:29 WIB

Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia (Ppbn Ri) Pada Jumat

Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi

9 Januari 2026 - 09:42 WIB

Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-Buru, Sapuhi Soroti Kesiapan Sistem Dan Regulasi
Trending di Nasional