Menu

Mode Gelap
Satresnarkoba Polresta Sorong Kota Gagalkan Peredaran 4,8 Kilogram Ganja, Satu Tersangka Diamankan Menggali Potensi di Selat Tersibuk Dunia: Rintis Layanan Maritim di Pulau Nipa, Realitas dan Tantangan Layanan Maritim Indonesia Luruskan Isu, Budi Arie Tegaskan: Pak Jokowi Milik Bangsa dan Rakyat Anggaran Sekwan DPRD Kabupaten Tangerang Melonjak, Hikmah Ibrahim Realisasi Firaun Rutin Setiap Tahun, Nasir Djamil Tebar Solidaritas Lewat Hewan Kurban di Aceh Api Semangat Berkobar! Projo Banten Dukung Konferda Jabar: Jadilah Pelita dan Tameng Rakyat

Nasional

EN LMND Desak Reformasi Total Polri Usai Dugaan Kekerasan di Maluku


					Foto: Ketua Umum EN LMND, Yoga Aldo Novensi, Minggu (22/2/2026). Perbesar

Foto: Ketua Umum EN LMND, Yoga Aldo Novensi, Minggu (22/2/2026).

Teropongistana.com Jakarta – Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) mengecam keras dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob di Maluku yang menyebabkan seorang pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia. Peristiwa ini kembali menyeret Kepolisian Negara Republik Indonesia ke sorotan publik dan memicu kemarahan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang beredar, oknum Brimob di bawah Polda Maluku diduga melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia. Kasus tersebut saat ini tengah diproses secara pidana serta melalui mekanisme etik internal kepolisian.

Ketua Umum EN LMND, Yoga Aldo Novensi, menilai tragedi tersebut bukan sekadar tindakan individual, melainkan persoalan struktural dalam tubuh aparat penegak hukum.

“Kami mengutuk keras tindakan brutal yang merenggut nyawa seorang pelajar. Aparat negara seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan sumber ketakutan. Peristiwa ini menunjukkan budaya kekerasan dalam tubuh aparat belum benar-benar hilang,” ujar Yoga dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).

EN LMND memandang peristiwa ini sebagai indikator kegagalan reformasi kepolisian dalam mengubah kultur represif yang masih menggunakan pendekatan kekerasan terhadap masyarakat sipil, termasuk anak-anak.

Menurut Yoga, reformasi Polri selama ini lebih bersifat administratif dan belum menyentuh akar persoalan budaya serta sistem pengawasan internal.

“Jika kekerasan aparat terhadap warga sipil, apalagi terhadap anak-anak, masih terjadi, ini menjadi alarm bahwa reformasi Polri berjalan setengah hati. Negara tidak boleh membiarkan kultur kekerasan dipelihara dalam institusi yang seharusnya menjamin keamanan rakyat,” katanya.

EN LMND mendesak Presiden dan Kapolri mempercepat reformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain penguatan perlindungan anak dalam prosedur lapangan, pendekatan penanganan konflik yang humanis dan proporsional, pembenahan sistem pendidikan serta etika profesi kepolisian, serta penguatan mekanisme pengawasan independen guna mencegah impunitas.

Organisasi tersebut juga menuntut proses hukum dilakukan secara transparan di peradilan umum. Selain itu, keluarga korban diminta memperoleh perlindungan hukum, pendampingan psikososial, serta kompensasi yang adil sebagai bentuk tanggung jawab negara.

Menutup pernyataannya, Yoga menyerukan solidaritas mahasiswa dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus hingga keadilan ditegakkan.

“Demokrasi tidak boleh berdiri di atas ketakutan rakyat terhadap aparat. Negara hukum harus menjamin perlindungan hak setiap warga negara, terutama anak-anak. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” tutupnya.

EN LMND menegaskan komitmennya memperjuangkan penegakan hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat.

Baca Lainnya

Menggali Potensi di Selat Tersibuk Dunia: Rintis Layanan Maritim di Pulau Nipa, Realitas dan Tantangan Layanan Maritim Indonesia

30 Mei 2026 - 20:14 WIB

Menggali Potensi Di Selat Tersibuk Dunia: Rintis Layanan Maritim Di Pulau Nipa, Realitas Dan Tantangan Layanan Maritim Indonesia

Luruskan Isu, Budi Arie Tegaskan: Pak Jokowi Milik Bangsa dan Rakyat

30 Mei 2026 - 18:56 WIB

Luruskan Isu, Budi Arie Tegaskan: Pak Jokowi Milik Bangsa Dan Rakyat

Rutin Setiap Tahun, Nasir Djamil Tebar Solidaritas Lewat Hewan Kurban di Aceh

30 Mei 2026 - 15:44 WIB

Rutin Setiap Tahun, Nasir Djamil Tebar Solidaritas Lewat Hewan Kurban Di Aceh
Trending di Nasional