Menu

Mode Gelap
Kajati Jabar: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan Ketahanan Pangan Tak Hanya Produksi, Tapi Butuh Transformasi Digital Kapolda Cup II Resmi Bergulir, Perkuat Soliditas Personel Polri di Papua Barat Daya Melalui Nobar Piala Dunia 2026, Polda Banten Bangun Kedekatan dengan Warga Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Sorong Kota Sambangi dan Santuni Purnawirawan Soal Pencemaran Gudang Pestisida BSD, JagaTani Ingatkan APH Jaga Integritas

Nasional

Ketahanan Pangan Tak Hanya Produksi, Tapi Butuh Transformasi Digital


					Keterangan foto: Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono Perbesar

Keterangan foto: Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono

Teropongistana.com Jakarta – Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI menggelar Webinar Literasi Digital bertema “Ketahanan Pangan”, Senin (15/6/2026) di Digi Studio, Ciputat Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan di tengah kemajuan teknologi dan tantangan zaman.

Webinar menghadirkan narasumber Dave Akbarshah Fikarno Laksono, didampingi dosen dan peneliti Dr. Anton Zulkarnain Sianipar, serta akademisi Hendri Suwarsono. Acara dipandu oleh Wirananda Goemilang dan Azizah, serta dimeriahkan penampilan musik.

Dalam pemaparannya, Dave Akbarshah menegaskan bahwa ketahanan pangan kini bukan hanya soal hasil panen semata, melainkan isu strategis yang menyentuh transformasi digital, perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, hingga ketahanan nasional secara keseluruhan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia makin besar: kebutuhan pangan terus naik, iklim tak menentu, dan banyak hasil panen terbuang karena sistem distribusi belum optimal. Oleh karena itu, teknologi digital harus dijadikan fondasi baru bagi sektor pertanian Indonesia.

“Teknologi seperti IoT, sensor lahan, irigasi otomatis, hingga pasar daring bisa membuat pertanian lebih presisi, efisien, dan hasilnya meningkat. Ini juga memudahkan pemerintah memantau ketersediaan stok agar kebijakan lebih tepat sasaran,” jelas Dave.

Ia menambahkan, keberhasilan digitalisasi membutuhkan dua syarat utama: infrastruktur internet yang merata hingga desa, serta peningkatan kemampuan petani agar bisa memakai teknologi tersebut.

Sementara itu, Dr. Anton Zulkarnain menyampaikan bahwa literasi digital berperan penting membantu petani mengakses informasi, menerapkan smart farming, hingga mengelola kebutuhan pangan keluarga secara lebih cerdas.

Hendri Suwarsono melengkapi, bahwa ketahanan pangan sejati bukan hanya soal banyaknya stok, tapi juga apakah pangan itu terjangkau, aman, dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengingatkan masih ada tantangan seperti fluktuasi harga, kerentanan petani, dan ketergantungan impor yang perlu diselesaikan bersama.

Melalui kegiatan ini, Komdigi dan Komisi I DPR berharap ketahanan pangan dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan bisa mewujudkan sistem pangan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan demi mencapai kedaulatan pangan nasional.

Baca Lainnya

Kajati Jabar: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan

17 Juni 2026 - 20:38 WIB

Kajati Jabar: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan

Bubarnya Forum Diskusi di Kampus, GMPK Soroti Kemunduran Budaya Berdemokrasi

17 Juni 2026 - 16:34 WIB

Bubarnya Forum Diskusi Di Kampus, Gmpk Soroti Kemunduran Budaya Berdemokrasi

Jokowi Pakai Jaket PSI Dinilai Kode Politik Kuat, Berpotensi Geser Suara PDIP

17 Juni 2026 - 16:08 WIB

Jokowi Pakai Jaket Psi Dinilai Kode Politik Kuat, Berpotensi Geser Suara Pdip
Trending di Nasional