Menu

Mode Gelap
Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim di Kanjuruhan 200 Ribu Hektare Rusak, Arif Rahman: Banten Tidak Boleh Terluka Semangat Membara! Halal Bihalal Demokrat Jabar Makin Solid dan Optimis Menang Adde Rosi: Data Akurat Jamin Kebijakan Tepat Sasaran Perkuat Lembaga Adhyaksa, Matahukum Usul Presiden Lantik Wakil Jaksa Agung Kinerja Jeblok, Menteri Pariwisata Didesak Masuk Kotak Reshuffle

Daerah

Nama Lain Lapas Cirebon Pada Masa Kolonial, Begini Faktanya


					Nama Lain Lapas Cirebon Pada Masa Kolonial, Begini Faktanya Perbesar

Teropongistana.com, Cirebon | Lapas Cirebon sudah berdiri sejak tahun 1918 oleh Pemerintah Kolonial Belanda yang diberi nama Gevangenis En Tentfabriek Te Cheribon.

Difungsikan sebagai penjara bagi orang-orang pribumi yang melakukan tindakan kriminal maupun yang melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Tampak perbedaan photo dulu dan sekarang yang mana pada photo lawas masih banyak lahan kosong yang belum di penuhi rumah ataupun bangunan seperti pada saat ini.

Baca Juga : Lapas Cirebon Apel Renungan dan Doa Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Kemenkumham ke 59

Berdiri diatas tanah seluas 7,330 Ha, dengan bangunan seluas 28.153,5 m2 yang terdiri dari ruang perkantoran, kamar/blok hunian, 1 bangunan pabrik pertenunan serta dikelilingi oleh perumahan dinas petugas.

Lapas Cirebon atau masyarakat awan lebih mengenalnya dengan Lapas Kesambi. Karena berlokasi di Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon adalah nama resmi lembaga ini.

Dalam perjalanan perkembangannya sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1995, Lapas Cirebon berubah menjadi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon yang ditujukan untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana.

Bertepatan pada tanggal 27 April, Ditetapkan menjadi Hari Bakti Pemasyarakatan Indonesia.

Ini Juga : Kadivpas Kanwilkumham Jabar (Kusnali) Hadiri Rangkaian Kegiatan Idul Fitri Di Lapas Kelas II A Subang

Yang merubah stigma kepenjaraan yang sudah usang, menjadi sistem pemasyarakatan yang lebih membina narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pada tahun 2023, Pemasyarakatan telah berusia 59 Tahun.

Sejak dilakukannya Konferensi Dinas Direktorat Pemasyarakatan pada tanggal 27 April 1964 oleh Menteri Kehakiman RI, Saharjo.

Pada tanggal 29 Maret 2001, Lapas Cirebon ditetapkan oleh Walikota Cirebon sebagai cagar budaya Kota Cirebon.

Berdasarkan Surat keputusan walikota cirebon no : 19 Tahun 2001.

Terlihat perbandingan dokumentasi dimasa lampau dengan masa sekarang.

Lapas Cirebon telah bertransformasi lebih baik, untuk memberikan pelayanan serta pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan.

Namun apalah daya, mesin tenun peninggalan belanda di pabrik Lapas Cirebon sudah termakan usia dan tidak dapat bersaing dengan hasil produksi dengan mesin tenun modern.

Maka Lapas Cirebon hanya bisa merawatnya, menjadikan memori masa lalu, serta menjadikan pembelajaran dari apa yang telah terjadi.

Baca Ini : Lapas Indramayu Kemenkumham Jabar Berikan Remisi 397 Napi, 3 Orang Bebas

Marilah kita menjaga apa yang kita punya. Kelestarian Benda Cagar Budaya Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama.

Di Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-59 ini, semoga Lapas Cirebon senantiasa menjaga karunia yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa.(Deni)

Baca Lainnya

Dua Anak Tewas Terpeleset di Proyek KSCS Lebak, Sorotan Keras pada Aspek K3

15 April 2026 - 20:41 WIB

Mubarok Institute Tekankan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu dalam Seminar Nasional

14 April 2026 - 23:49 WIB

Mubarok Institute Tekankan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu Dalam Seminar Nasional

King Naga Ultimatum Kejari Lebak, Kasus Temuan BPK Rp12 Miliar Diminta Segera Diusut

14 April 2026 - 19:43 WIB

King Naga Ultimatum Kejari Lebak, Kasus Temuan Bpk Rp12 Miliar Diminta Segera Diusut
Trending di Daerah