Menu

Mode Gelap
CBA Bongkar Bisnis “Centeng” Pejabat: Honor Pengawal Gubernur Maluku Utara Capai Rp660 Juta Mata Hukum Desak Rudy Susmanto Tindak Tegas Dugaan Jual Beli Jabatan di Daerah Pastikan Transparan dan Adil, Dindikbud Lebak Matangkan Tahapan SPMB City Diterpa Cedera, Rodri Terancam Absen Saat Perburuan Gelar Memanas Bank BJB dan Bank Banten Pererat Silaturahmi dan Kerja Sama Antar Bank Daerah Kapal Pertamina Dikuasai WNA: Matahukum Sebut Langgar Asa Cabotage dan Ancaman Kedaulatan

Daerah

Billy John Pagara Soroti Mandeknya Dampak TJSPKBL di Kabupaten Sukabumi


					Pengurus KNPI Sukabumi, Billy John Pagara. Perbesar

Pengurus KNPI Sukabumi, Billy John Pagara.

Teropongistana.com Sukabumi – Pengurus KNPI Sukabumi, Billy John Pagara, menyoroti mandeknya dampak nyata regulasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kemitraan dan Bina Lingkungan (TJSPKBL) di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, regulasi yang sudah beberapa kali mengalami perubahan itu hingga kini belum menunjukkan hasil konkret bagi masyarakat sekitar perusahaan.

 

Billy menilai persoalan utama bukan pada kekurangan aturan, melainkan pada lemahnya tata kelola dan minimnya transparansi. Ia menyoroti kinerja tim fasilitasi dan forum CSR yang dinilai tidak terbuka dalam pengelolaan anggaran. Masyarakat, kata dia, sama sekali tidak memiliki akses informasi terkait besaran dana CSR, alokasi, maupun realisasi penggunaannya.

 

“Selama ini publik tidak pernah tahu berapa sebenarnya dana CSR yang masuk dan digunakan untuk apa. Aksesnya tertutup, informasinya kabur. Ini jelas bermasalah,” tegas Billy.

 

Ia menegaskan, DPRD Kabupaten Sukabumi tidak boleh diam dan harus menjalankan fungsi pengawasan secara serius. Billy mendorong agar dilakukan audit terhadap setiap laporan pengelolaan dana CSR yang disampaikan pemerintah daerah.

 

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah untuk berhenti bermain aman dan mulai membuka data secara transparan. Pengelolaan dana CSR, menurutnya, harus ditata ulang agar tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan di wilayah sekitar perusahaan.

 

Billy menekankan bahwa dana CSR seharusnya difokuskan pada sektor prioritas, seperti pembangunan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, serta kebutuhan dasar lain yang relevan dengan kondisi masing-masing wilayah.

 

Menutup pernyataannya, Billy mengajak seluruh elemen masyarakat dan lembaga untuk ikut mengawal isu TJSPKBL agar tidak terus menjadi formalitas kebijakan tanpa dampak.

 

“Kalau dibiarkan begini terus, CSR hanya jadi slogan. Pengawalan publik penting agar regulasi ini benar-benar memberi perubahan dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Mata Hukum Desak Rudy Susmanto Tindak Tegas Dugaan Jual Beli Jabatan di Daerah

22 April 2026 - 14:10 WIB

Mata Hukum Desak Rudy Susmanto Tindak Tegas Dugaan Jual Beli Jabatan Di Daerah

Bank BJB dan Bank Banten Pererat Silaturahmi dan Kerja Sama Antar Bank Daerah

22 April 2026 - 08:25 WIB

Bank Bjb Dan Bank Banten Pererat Silaturahmi Dan Kerja Sama Antar Bank Daerah

Bupati Tangerang Tinjau Normalisasi Kali Cirarab, Fokus Tekan Risiko Banjir

21 April 2026 - 20:48 WIB

Bupati Tangerang Tinjau Normalisasi Kali Cirarab, Fokus Tekan Risiko Banjir
Trending di Daerah