Teropongistana.com Lebak – Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan pada Rabu, 4 Februari 2026 di Gedung PGRI Kabupaten Lebak, Banten, berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPR RI Komisi V sekaligus Ketua DPW PKB Banten, Ahmad Fauzi, sebagai narasumber utama.
Sejak pagi hari, peserta dari berbagai unsur masyarakat telah memadati lokasi kegiatan. Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh pemuda, insan pendidikan, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Tingginya tingkat kehadiran dan kedisiplinan peserta mencerminkan besarnya perhatian masyarakat terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pemaparannya, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi yang tidak dapat ditawar dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Ia mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan zaman dan arus informasi yang begitu cepat.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi sosialisasi, tetapi merupakan pedoman hidup berbangsa yang harus benar-benar dipahami dan diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Ahmad Fauzi di hadapan peserta.
Ia menekankan bahwa Pancasila harus terus menjadi ruh dalam setiap kebijakan dan perilaku masyarakat. Menurutnya, tanpa penguatan nilai Pancasila secara konsisten, bangsa Indonesia berpotensi menghadapi berbagai bentuk disintegrasi sosial.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan media sosial, kita tidak boleh lengah. Nilai persatuan, gotong royong, dan toleransi harus terus kita rawat. Inilah esensi dari Empat Pilar yang harus hidup dalam keseharian,” tegasnya.
Ahmad Fauzi juga memberikan perhatian khusus pada peran generasi muda. Ia menilai bahwa kaum muda merupakan penentu arah bangsa di masa depan sehingga perlu dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat sejak dini.
“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton dalam kehidupan berbangsa. Mereka harus menjadi pelopor persatuan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Jika generasi muda kuat secara ideologi, maka bangsa ini akan tetap kokoh,” ungkapnya.
Sepanjang kegiatan, peserta terlihat sangat serius menyimak materi yang disampaikan. Suasana ruangan berlangsung kondusif dan penuh perhatian. Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi interaktif, di mana berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan secara konstruktif.
Menanggapi tingginya partisipasi peserta, Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasinya. Ia menilai antusiasme masyarakat Lebak merupakan modal sosial yang sangat penting dalam memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dari masyarakat Lebak hari ini. Ini menunjukkan bahwa kesadaran kebangsaan kita masih sangat kuat dan harus terus dipupuk melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar harus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan merupakan investasi jangka panjang bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pekerjaan menjaga bangsa ini bukan tugas satu pihak saja. Perlu kolaborasi semua elemen — pemerintah, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan tentu saja masyarakat itu sendiri,” ujar Ahmad Fauzi.
Ia juga berharap para peserta tidak berhenti pada pemahaman teoritis semata, tetapi mampu menjadi agen penyebar nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, Bapak dan Ibu semua dapat menjadi duta Empat Pilar di tengah masyarakat. Sampaikan kembali, ajak lingkungan sekitar, dan jadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai praktik nyata,” pesannya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung tertib hingga penutupan dengan suasana penuh semangat nasionalisme. Penyelenggara menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan disiplin dan kesungguhan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat Kabupaten Lebak terhadap Empat Pilar Kebangsaan semakin menguat dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu memperkokoh persatuan, menjaga toleransi, serta memperkuat ketahanan bangsa di tengah berbagai tantangan ke depan.









