Menu

Mode Gelap
PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945 Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara

Hukum

Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Salah Seorang Warga Lombok Timur Dibekuk Densus 88 Anti Teror


					Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Salah Seorang Warga Lombok Timur Dibekuk Densus 88 Anti Teror Perbesar

Teropongistana.com Lombok Timur – Salah seorang warga Gang Seroja RT 14 Kampung Baru, Kelurahan Majidi,Kecamatan Selong,Kabupaten Lombok Timur dengan inisial HN (60) ditangkap tim densus 88 anti teror di rumahnya,Jumat malam (14/7) sekitar pukul 21.00 wita.

Warga tersebut ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme dengan langsung dibawa tim Densus menggunakan dua unit mobil avansa untuk penanganan proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyeutkan tim densus tersebut datang melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap terduga pelaku jaringan terorisme dengan didampingi anggota Polres Lotim masuk ke rumah terduga pelaku yang tinggal bersama suaminya.

Dengan memasuki lorong gang yang sempit rumah terduga pelaku tersebut,sehingga membuat tetangga sekitarnya dibuat kaget dengan adanya penggerebekan terduga pelaku terorisme.

Petugas bergerak dengan cepat dengan membawa terduga pelaku dan membawa alat bukti yang ditemukan di dalam rumahnya.

Ketua RT 14 Gang Seroja Lingkungan Kampung Baru saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan warganya yang dilakukan pihak Densus 88 anti teror tersebut ungkap Ahmad.

” Memang betul ada warganya yang ditangkap tim densus,karena dirinya yang menyaksikan masuk ke dalam rumah terduga pelaku,” tegasnya.

Ia mengatakan warganya yang ditangkap tim densus tersebut kesehariannya menjadi LSM dengan tinggal sejak tahun 1996 bersama suaminya yang berasal dari Lombok Tengah.

Sedangkan terduga pelaku asli orang jawa dengan memiliki lima orang anak.Akan tapi anak-anaknya sudah menikah semuanya., ungkapnya. (Nanang)

Baca Lainnya

Pemkab Bogor Gagal Bayar Sejumlah Proyek TA 2025, Jadi Sorotan

5 Januari 2026 - 19:06 WIB

Pemkab Bogor Gagal Bayar Sejumlah Proyek Ta 2025, Jadi Sorotan

Tarif Listrik Tak Naik, CBA Minta Kontrak Listrik Swasta Dievaluasi dan Libatkan Kejagung

3 Januari 2026 - 15:36 WIB

Tarif Listrik Tak Naik, Cba Minta Kontrak Listrik Swasta Dievaluasi Dan Libatkan Kejagung

Bongkar Dong, Beredar Kabar KPK akan Periksa Panitia Tender RSUD Panunggangan Barat Kota Tangerang Rp30 Miliar

27 Desember 2025 - 18:41 WIB

Ott Inhutani V Meledak: Aktivis Teriak Audit Perhutani, Presiden Ingatkan Jangan Ada Yang Kebal!
Trending di Hukum