Menu

Mode Gelap
GMPK DKI: Tahan Harga BBM Langkah Tepat, Tapi Perlu Perhatikan Fiskal Negara Rapat Kreditor Perdana PT Dua Kuda Indonesia, Kuasa Hukum Perjuangkan Hak Pekerja Penguatan Nilai Kebangsaan di Bojong, Ahmad Fauzi Ajak Masyarakat Jaga Harmoni Bupati Lebak Berjiwa Kesatria Mengakui Kehilafannya, PKB Komitmen Kawal Kepemimpinan Hasbi Pengamat Pertahanan Ucapkan Selamat Kepada Universitas Budi Luhur Fraksi PKB Berdiri Tegak! Komitmen Kawal Kepemimpinan Bupati Hasbi Menggema di DPRD Lebak

Internasional

Perang AS-Israel vs Iran Masuk Sepekan: Kekuatan Militer AS Dominan, Ekonomi Iran Jeblok


					Keterangan foto : Drektur Eksekutif Political and Public Policy Studies , peneliti American Global University (AGU), Dr Jerry Massie, Selasa (4/3/2025) Perbesar

Keterangan foto : Drektur Eksekutif Political and Public Policy Studies , peneliti American Global University (AGU), Dr Jerry Massie, Selasa (4/3/2025)

Teropongistana.com Jakarta – Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Israel telah memasuki minggu pertama, dimulai sejak serangan terhadap Iran yang mengakibatkan kematian pemimpin negara tersebut, Ayatolah Ali Khamenei.

Menurut DR Jerry Massie MA, Ph.D, Pakar Politik Amerika dan Internasional sekaligus Direktur P3S, perang ini tidak terlalu sulit bagi AS mengingat hanya sebagian kecil kekuatan militer mereka yang dikerahkan. Hanya 15-20 persen kekuatan AS terlibat, dengan dua kapal induk bernilai Rp200 triliun masing-masing, yakni Abraham Lincoln dan Gerald Ford, yang mampu menenggelamkan 30 kapal perang Iran di Teluk Persia.

Untuk kekuatan udara, AS mengerahkan 200 pesawat tempur, termasuk pesawat bomber paling canggih di dunia yaitu B2 Spirit dengan jangkauan terbang 11 ribu km, harganya Rp35 triliun, dan mampu mengangkut 18 ton bom serta 16 bom nuklir. Selain itu, juga ada pesawat generasi baru penerus F-16 yakni F-35 Lightning II, beserta jet tempur canggih lainnya seperti F-22 Raptor, B83, dan B67.

Salah satu senjata yang menjadi sorotan adalah bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrator yang berhasil menghancurkan pusat rudal balistik dan drone Iran yang berada di bawah tanah. Pesawat F-35 juga menunjukkan kemampuannya dengan menembak jatuh drone canggih Iran Shaded 139 di dekat kapal induk. AS juga menggunakan senjata pamungkas berupa laser Helios yang mampu menghalau dan menghancurkan ratusan drone serta rudal Iran, sementara Israel mengandalkan sistem penangkis Iron Dome.

Menurut Global Navy Index, AS menempati peringkat pertama kekuatan laut dunia dengan skor 100, memiliki 20 kapal utama dan 146 personel kombatan utama, diikuti oleh China dan Rusia. Anggaran militer AS mencapai $895 miliar, jauh melampaui Iran yang hanya $15,45 miliar. Jumlah pesawat tempur AS yang dikerahkan hanya 200 unit dari total 13.043 pesawat, sementara Iran hanya memiliki 551 pesawat tempur.

Serangan Iran hanya berhasil menghantam pangkalan militer AS di Kuwait dan Arab Saudi. Sebaliknya, konektivitas internet Iran hanya tersisa 1 persen, ekonomi negara ini terganggu parah dengan nilai tukar mata uang mencapai 1,4 juta per dolar AS. Serangan Israel dalam waktu 40 menit juga menewaskan 40 pejabat Iran di dalam bunker yang disebut “bunker kiamat” Khamenei di pusat kota Teheran.

Pesawat F-35 Lightning II memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi salah satu pesawat terbaik di dunia, antara lain teknologi siluman yang sulit terdeteksi radar, kemampuan multi-rol untuk berbagai tugas pertempuran, jangkauan terbang hingga 2.200 km, presisi penyerangan tinggi, dapat beroperasi di berbagai kondisi cuaca, mampu terintegrasi dengan sistem pertahanan udara lainnya, serta memiliki kemampuan upgrade yang tinggi.

Sarana penting Iran juga banyak yang hancur, antara lain bandara terbesar Mehrabad, stadion olahraga Azadi, dan kilang minyak terbesar di kawasan instalasi minyak dan gas Teheran Selatan, yang menyebabkan asap hitam menjulang di langit kota Teheran.

Upaya Partai Demokrat untuk menghentikan perang gagal di Senat dengan perolehan suara 53-47 (Republik unggul) setelah anggota Partai Demokrat Fetterman mendukung oposisi. Di Kongres, Partai Republik juga unggul dengan skor 219-212, sehingga tidak ada lagi hambatan bagi Presiden Trump untuk melanjutkan serangan terhadap Iran. Bahkan, pesawat tempur jenis Doomsday yang dilengkapi panel nuklir baru saja dikirim menuju Teluk Persia.

“Untuk saya, Iran sebaiknya mengangkat senjata karena akan ada banyak pemimpin mereka yang tewas dan fasilitas yang sudah lama dibangun akan terus dihancurkan,” ujar Jerry Massie.

Oleh : DR Jerry Massie MA, Ph.D (Pakar Politik Amerika dan Internasional, Direktur P3S)

Baca Lainnya

GMPK DKI: Tahan Harga BBM Langkah Tepat, Tapi Perlu Perhatikan Fiskal Negara

2 April 2026 - 11:33 WIB

Gmpk Dki: Tahan Harga Bbm Langkah Tepat, Tapi Perlu Perhatikan Fiskal Negara

Rapat Kreditor Perdana PT Dua Kuda Indonesia, Kuasa Hukum Perjuangkan Hak Pekerja

2 April 2026 - 10:01 WIB

Rapat Kreditor Perdana Pt Dua Kuda Indonesia, Kuasa Hukum Perjuangkan Hak Pekerja

Pengamat Pertahanan Ucapkan Selamat Kepada Universitas Budi Luhur

1 April 2026 - 11:05 WIB

Pengamat Pertahanan, Ario Seno, Menyampaikan Ucapan Selamat Kepada Universitas Budi Luhur Yang Tengah Merayakan Dies Natalis Ke-47. Ia Mengapresiasi Kampus Tersebut Sebagai Perguruan Tinggi Yang Memiliki Nilai Inti (Core Value) Yang Kuat Dan Konsisten
Trending di Nasional