Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Serang Sosialisasikan Normalisasi Saluran Sungai di Banten Lama Alun-Alun Rangkasbitung Terus Disorot, GMBI Minta Audit Anggaran Rp4,9 Miliar Veteran Pejuang Kemerdekaan Terima Bantuan Wali Kota Palembang DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe

Nasional

Sah, Kemenag Tentukan Idul Fitri Sabtu 22 April 2023


					Keterangan foto : Menteri Agama RI, Yaqut saat mengumunkan hari raya idul fitri 1444 Hijriah, Rabu (19/4/2023) Perbesar

Keterangan foto : Menteri Agama RI, Yaqut saat mengumunkan hari raya idul fitri 1444 Hijriah, Rabu (19/4/2023)

Teropongistana.com Jakarta – Kementerian Agama telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1444 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.

Dalam proses penetapan tersebut, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag RI telah melakukan usaha yang maksimal, namun sayangnya hasilnya menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat.

Kemenag memberikan jaminan bahwa penetapan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan telah mempertimbangkan berbagai aspek yang relevan. Kami berharap penetapan ini dapat memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia.

“Berdasarkan hasil hisab, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk dan tidak memenuhi kriteria MABIMS baru, serta tidak terdapat laporan melihat hilal. Oleh karena itu, dalam sidang isbat tadi telah dicapai kesepakatan untuk menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023 Masehi,” kata Yaqut dalam konferensi pers di kantor Kemenag, Kamis (20/4/2023).

Baca juga : Dirjen Bimas Kristen Kemenag Ajak Umat Kristiani Jaga Kerukunan dan Kedamaian

berharap agar apabila terjadi perbedaan dalam pelaksanaan Idulfitri, baik pada hari ini maupun di hari-hari mendatang, masyarakat Indonesia menunjukkan kedewasaan politik dengan tidak memperkeruh situasi dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik.

Yaqut minta diharapkan masyarakat dapat mengedepankan semangat musyawarah untuk mencari titik temu yang dapat menyelesaikan perbedaan tersebut. Hal ini merupakan suatu keharusan dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, terutama di tengah situasi yang masih sulit akibat pandemi COVID-19 dan kondisi sosial politik yang sedang dihadapi oleh negara kita saat ini.

“Kita harus memberikan toleransi, kita harus melihat toleransi, kita harus saling menghargai dan saling bertoleransi satu dengan yang lain,” tegasnya.

Senada dikatakan, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi mengatakan, Kementerian Agama sudah menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada tanggal 22 April.

Dia melihat sidang isbat ini adalah bagian dari penghormatan pemerintah terhadap Umat Islam di Indonesia. Oleh karena itu, keputusan sidang isbat tidak boleh dibawa kemana-mana termasuk dibawa ke ranah politik.

“Hasil sidang isbat ini, menurut saya, justru harus dijadikan sebagai sarana untuk memperkokoh ukhuwah di kalangan Umat Islam. Semua pihak diharapkan untuk menghormati keputusan berbagai pihak dalam penentuan 1 Syawal,” kata Ashabul Kahfi.

Menurutnya, bagi yang menetapkan lebih awal dari keputusan pemerintah sepatutnya menghormati Umat Islam yang masih menyempurnakan puasanya di hari terakhir.

“Demikian pula mereka yang sudah berbuka, diharapkan tidak makan dan minum di sembarang tempat atau makan minum secara vulgar sebagai bentuk penghormatan bagi masyarakat yang masih ingin menyempurnakan puasanya sampai di hari ke-30,” tuturnya.

Ashabul menegaskan, atas nama Ukhuwah Islamiyah pula, perbedaan yang sudah sangat sering terjadi seperti ini tidak perlu diperdebatkan, apalagi perdebatan tersebut mengarah pada debat kusir yang tidak perlu.

“Masing-masing pihak pasti memiliki argumentasi dan aqli untuk membenarkan pandangannya. Sejauh ini para ulama belum bisa menyatukan argumen yang satu dengan argumen yang lain. Karena itu pandangan-pandangan yang berbeda ini seharusnya memiliki kedudukan yang sama, sama-sama benar sesuai dengan manhaj dan pendekatan yang dipakai,” terangnya.

Dia pun mengimbau pemerintah pusat dan daerah untuk tetap memberi ruang dan memfasilitasi Umat Islam yang akan melaksanakan Salat Ied yang mungkin saja lebih awal dari ketetapan pemerintah.

Sebagai informasi, Muhammadiyah telah menetapkan sebelumnya kalau 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada hari Jumat 21 April 2023. FERIS PAKPAHAN. (Irman)

 

Baca Lainnya

Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang

11 Januari 2026 - 10:13 WIB

Matahukum : Data Di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah Kpk Terkait Kasus Tambang

PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Ppbn Ri–Lvri Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Mandek, Kompas-R Ultimatum Kementerian Pu Soal Proyek Rp9,6 Miliar
Trending di Nasional