Menu

Mode Gelap
Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU

Nasional

Anggota Komisi VIII, Gelar Rapat Bahas Koordinasi Siaga Darurat Bencana,Cek Selengkapnya


					Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/11). Perbesar

Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/11).

Bandung – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, menyerukan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Jawa Barat, terutama menjelang puncak musim penghujan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Gedung Pakuan Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/11).

“Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi potensi bencana. Seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk meminimalisasi risiko,” ujar KH Maman Imanulhaq.

Dalam rapat koordinasi itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto memaparkan potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah di wilayah Jawa Barat, seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Perwira tinggi TNI bintang 3 itu pun mengingatkan para kepala daerah untuk segera mengambil langkah antisipasi yang diperlukan serta meningkatkan kesiapsiagaan ancaman bencana.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat (PJ) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi dampak bencana. Pemprov Jawa Barat, kata Bey, akan memastikan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat berjalan optimal.

Bey menambahkan, rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Jawa Barat dan menjamin keselamatan warga di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda.

Sementara itu, Anggota DPR RI Atalia Praratya menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait mitigasi bencana. Ia mendorong pengembangan sistem teknologi informasi untuk memantau dan memberikan peringatan dini akan bencana kepada masyarakat, termasuk membangun sirene kegawatdaruratan di wilayah rawan.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Pangdam Siliwangi Mayjen Dadang Arif Abdurahman, Anggota DPR RI lainnya seperti Wardatul Asriyah dan Satori, serta para kepala daerah dan kepala BPBD se-Jawa Barat. Terakhir dalam rapat ini pula menyepakati untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ancaman bencana guna melindungi masyarakat Jawa Barat.

Baca Lainnya

Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Mandek, Kompas-R Ultimatum Kementerian Pu Soal Proyek Rp9,6 Miliar

PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI

9 Januari 2026 - 14:29 WIB

Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia (Ppbn Ri) Pada Jumat

Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi

9 Januari 2026 - 09:42 WIB

Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-Buru, Sapuhi Soroti Kesiapan Sistem Dan Regulasi
Trending di Nasional