Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kota Serang Sosialisasikan Normalisasi Saluran Sungai di Banten Lama Alun-Alun Rangkasbitung Terus Disorot, GMBI Minta Audit Anggaran Rp4,9 Miliar Veteran Pejuang Kemerdekaan Terima Bantuan Wali Kota Palembang DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe

Nasional

Mantan Kepala Bais: Sebut Berhasil atau Tidaknya BIN Hanya Presiden yang Tahu


					Badan Intelijen Negara (Bin). Perbesar

Badan Intelijen Negara (Bin).

Teropongistana.com Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menegaskan keberhasilan Badan Intelijen Negara (BIN) hanya presiden yang tahu.

Oleh sebab itu, penilaian seseorang terhadap BIN sekarang dan saat ini dinilainya kurang tepat. Pasalnya, hanya kepala negara yang bisa memberikan penilaian.

“Saya kira kalau intelijen itu, tergantung presiden, karena yang tahu dia berhasil atau tidak ya presiden yang tahu. Jadi orang lain tidak bisa menilai, nggak mungkin bisa menilai,” kata Soleman Ponto kepada wartawan , Rabu, 8 Januari 2025.

“Karena yang tahu hasilnya ya presiden, orang lain itu tidak tahu,” sambungnya.

Soleman menuturkan bahwa masyarakat harus legawa dengan siapapun yang ditunjuk presiden menjadi kepala BIN. Terlebih, memberikan penilaian atau membandingkan antara BIN yang lalu dengan yang sekarang.

“Kalau presiden sudah pilih ya kita harus terima. Karena yang tahu berhasil atau tidak itu presiden. Kita tidak bisa membandingkan. Presiden maunya begitu ya seperti itu. Jadi kalau lebih baik, tidak bisa kita menilai, karena yang tahu ya presiden,” jelasnya.

Ia menambahkan, BIN bekerja atas perintah presiden dan hasilnya diberikan kepada presiden. Terlebih, pekerjaan BIN tidak terlihat di ruang publik sehingga tidak perlu dikomentari berhasil atau tidaknya pekerjaan BIN.

“Makanya orang itu bodoh sekali kalau menilai intelijen. Prinsip intelijen itu tidak kelihatan, belum tentu ada. Adapun belum tentu itu bentuknya. Jadi apa yang mau dilihat,” tegasnya.

“Buang waktu. Salah sendiri nanti orang-orang itu kalau menilai BIN itu. Pasti salah. Buang waktu bicara BIN itu,” demikian Soleman B Ponto.

Baca Lainnya

Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang

11 Januari 2026 - 10:13 WIB

Matahukum : Data Di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah Kpk Terkait Kasus Tambang

PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Ppbn Ri–Lvri Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Mandek, Kompas-R Ultimatum Kementerian Pu Soal Proyek Rp9,6 Miliar
Trending di Nasional