Menu

Mode Gelap
Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja 1.000 Genset ESDM–PLN Jadi Cahaya Warga Aceh Pascabencana PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945 Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI

Nasional

Pengamat : Presiden Tepat Geser Pembuat Gaduh Kepala Babi Diganti Mensesneg


					Keterangan foto : Presiden Prabowo Subianto, Kamis (17/4/2025) Perbesar

Keterangan foto : Presiden Prabowo Subianto, Kamis (17/4/2025)

Teropongistana.com Jakarta – Pengamat Politik, Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyebut langkah cerdas Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden. Menurut Jerry, penunjukan Prasetyo sebagai Jubir karena pernyataan blunder dari Hasan Nasbi yang membuat gaduh menanggapi teror kepala babi kepada wartawan Tempo.

“Langkah cerdas pembuat gaduh kepala babi digantikan posisinya oleh Mensesneg Prasetyo Hadi . Saya kira langkah smart Presiden Prabowo dengan mengganti jubir presiden yang dipegang Hasan Nasbi, ” Kata Pengamat Politik, Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie lewat pesan WhatsAapnya, Kamis (17/4/2025)

Jerry membenarkan, kalau Mensesneg dipegang Jubir malah lebih afdol. Kata Jerry, pada era Presiden ke-2 Soeharto saja memakai Moerdiono sebagai Jubirnya yang juga kala itu menjabat sebagai Mensesneg.

“Dari pada blunder terus maka sangat layak Hasan diganti. Ini memberi sinyal Prabowo tegas dan tak main-main. Memang jubir itu tipikal Prasetyo yang tenang dan berwibawa. Relax, easy going dan easy listening,” ucap Jerry.

“Lebih baik memang Prasetyo Hadi yang sangat dekat cukup lama dengan Prabowo. Jadi otomatis lebih mengenal dekat kepribadian Prabowo. Kan Hasan ini jubir Jokowi 2024 lalu, jadi tak ada persoalan jika ada pergeseran. Jadi saat ini Prabowo memilih orangnya sendiri,” tambah pria cepak berambut pirang tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Hasan Nasbi menjadi sorotan usai pernyataannya dalam menanggapi teror kepala babi. Dia menanggapi teror itu dengan berkelakar menggunakan kalimat “dimasak saja”, alih-alih mengecam.

“Sudah dimasak saja, sudah dimasak saja,” ucap dia.

Hasan meminta masalah itu tidak dibesar-besarkan mengingat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen terhadap kebebasan pers.

“Ada yang dihalang-halangi bikin berita? Kalau enggak ada yang dihalang-halangi bikin berita, itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang di-setop buat bikin berita dan wawancara? Enggak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus,” beber Hasan.

Ada yang takut enggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi enggak untuk liputan di Istana? Kan enggak. Itu artinya nggak ada kebebasan pers yang dikekang. Kayak misalnya Tempo masih boleh menulis berita enggak? Boleh kan? Masih boleh siaran Bocor Alus enggak? Tetap boleh kan? Itu artinya pemerintah enggak ikut campur sama sekali, enggak ganggu sama sekali,” tambah dia.

Sekedar informasi, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden. Prasetyo menyampaikan, penunjukan ini berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai Mensesneg.

Baca Lainnya

PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Ppbn Ri–Lvri Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Mandek, Kompas-R Ultimatum Kementerian Pu Soal Proyek Rp9,6 Miliar

PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI

9 Januari 2026 - 14:29 WIB

Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia (Ppbn Ri) Pada Jumat
Trending di Nasional