Menu

Mode Gelap
Pemuda Katolik Komda Bali Serukan Generasi Muda Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi Buntut Kematian Driver Ojol, Sahabat Presisi Desak Puan Maharani Mundur dari Jabatan Bentuk Peduli, Kejari Lebak dan Yayasan Uswah Hasanah Perwira Gelar Bakti Sosial Waspada..! Banyak Warga Asing Terlihat di Tengah Aksi Demo Depan Gedung DPR Senayan Ribuan Pengemudi Ojek Online Gelar Demo di Depan DPR RI, Ricuh hingga Masuk ke Gedung Dapur Sekolah Bisa Membentuk Karakter Anak Mandiri dan Budaya Antri

Nasional

Membangun Masa Depan Pesantren Vokasional, FPTP Gelar Forum Strategis


Foto (Istimewah). Perbesar

Foto (Istimewah).

Teropongistana.com Jakarta— Menindaklanjuti hasil Konferensi Internasional Transformasi Pesantren, Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) yang diketuai oleh KH Saifullah Mashum menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra strategis: SMK Mitra Industri Bekasi, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, dan Kementerian Perindustrian. FGD ini diselenggarakan di ruang kerja Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Rabu (16/7).

FGD ini merupakan bagian dari langkah konkret FPTP untuk memperluas jejaring transformasi pesantren agar terhubung langsung dengan ekosistem pendidikan vokasi dan industri. KH Saefullah Maksum menekankan pentingnya membangun sinergi antara pesantren, sekolah vokasi, dan dunia usaha agar lulusan pesantren tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga produktif secara ekonomi.

“Pesantren tidak boleh tertinggal. Kita ingin pesantren menjadi pusat pembentukan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam sektor manufaktur dan teknologi. Karena itu, kami hadirkan mitra-mitra strategis seperti Toyota dan SMK Mitra Industri yang sudah terbukti mampu menjembatani dunia pendidikan dan industri,” ujar KH Saefullah Maksum.

Wakil Ketua DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal membuka FGD ini dengan dukungan penuh inisiatif ini. Ia menilai transformasi pesantren harus dibarengi dengan integrasi kurikulum vokasi dan perluasan jejaring kerja sama dengan sektor industri.

“Ini bukan lagi wacana, tapi langkah nyata. Sinergi ini akan mempercepat lahirnya pesantren vokasi yang mencetak santri unggul, mandiri, dan relevan dengan kebutuhan industri,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PKB KH Maman Imanulhaq menambahkan bahwa pesantren dan SMK bisa menjadi pilar utama pendidikan berbasis karakter dan keterampilan. Ia mendorong agar kementerian teknis seperti Kemenperin dan Kemendikbudristek secara aktif mendukung pesantren dalam membangun infrastruktur pendidikan vokasi yang adaptif dan aplikatif.

FGD ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Fraksi PKB DPR RI seperti Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid, Abdul Halim Iskandar, Ida Fauziah, Anggia Erma Rini, Dita Indah Sari, Yanuar Prihatin, Lalu Hadrian Ifrani, dan Nur Nadlifah. Semua pihak sepakat bahwa integrasi pesantren dengan pendidikan vokasi dan dunia usaha merupakan jalan strategis menuju kemandirian ekonomi umat dan daya saing bangsa.

Toyota dan SMK Mitra Industri menyampaikan praktik baik kolaborasi mereka, termasuk program magang, sertifikasi industri, dan keterlibatan guru tamu dari dunia usaha. Dirjen Vokasi dan Kemenperin pun menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan kesiapan untuk mendukung akselerasi transformasi pesantren berbasis vokasi.

Baca Lainnya

Waspada..! Banyak Warga Asing Terlihat di Tengah Aksi Demo Depan Gedung DPR Senayan

29 Agustus 2025 - 19:05 WIB

Banyak Warga Asing Terlihat Di Tengah Aksi Demo Di Depan Gedung Dpr Senayan

Dapur Sekolah Bisa Membentuk Karakter Anak Mandiri dan Budaya Antri

29 Agustus 2025 - 17:11 WIB

Dapur Sekolah Bisa Membentuk Karakter Anak Mandiri Dan Budaya Antri

Situasi Terkini di Depan DPR RI, Terlihat Sepi 

29 Agustus 2025 - 12:18 WIB

Situasi Terkini Di Depan Dpr Ri, Terlihat Sepi 
Trending di Nasional