Menu

Mode Gelap
Dave Laksono: Indonesia Harus Perkuat Kedaulatan di Tengah Geopolitik Global LPI Dukung Pemerintah Segera Eksekusi Pajak Kapal Asing di Selat Malaka Kasus Sri Rahayu Buktikan Perlindungan Pekerja MBG Masih Diabaikan Pengelola CBA Bongkar Bisnis “Centeng” Pejabat: Honor Pengawal Gubernur Maluku Utara Capai Rp660 Juta Mata Hukum Desak Rudy Susmanto Tindak Tegas Dugaan Jual Beli Jabatan di Daerah Pastikan Transparan dan Adil, Dindikbud Lebak Matangkan Tahapan SPMB

Nasional

Dave Laksono: Indonesia Harus Perkuat Kedaulatan di Tengah Geopolitik Global


					Dave Laksono Perbesar

Dave Laksono

Teropongistana.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono, menegaskan pentingnya memperkuat kedaulatan nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global. Di saat yang sama, Indonesia diminta tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Hal tersebut disampaikan Dave dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Memperkuat Kedaulatan Bangsa di Era Dinamika Persaingan Global” yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dalam paparannya, Dave menyoroti sejumlah konflik internasional yang masih berlangsung, seperti perang antara Rusia dan Ukraina, serta ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menurutnya, situasi tersebut turut memberikan tekanan terhadap perekonomian global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif. Ia menyebut, pengelolaan APBN yang tepat menjadi kunci dalam meredam dampak gejolak global.

“Pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM, mampu mengendalikan dampak kenaikan harga minyak melalui pengelolaan anggaran negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dave juga mengingatkan adanya ancaman hibrida yang perlu diwaspadai, terutama sebagai dampak lanjutan dari konflik global. Ia menyinggung potensi ketegangan di kawasan Laut China Selatan serta hubungan antara China dan Taiwan.

Di tengah situasi tersebut, ia menekankan bahwa Indonesia harus tetap menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai pihak. China, kata dia, merupakan mitra dagang utama, sementara kerja sama dengan Amerika Serikat dan Eropa juga penting, khususnya dalam bidang teknologi dan investasi.

“Hubungan luar negeri harus dikelola secara seimbang, tanpa berpihak, sesuai prinsip bebas aktif,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar Indonesia terus mengambil peran strategis di forum internasional dalam upaya menciptakan perdamaian dunia yang nyata dan berkelanjutan.

“Indonesia harus hadir mendorong solusi konkret, bukan sekadar menghasilkan resolusi tanpa implementasi,” pungkas Dave.

Baca Lainnya

LPI Dukung Pemerintah Segera Eksekusi Pajak Kapal Asing di Selat Malaka

22 April 2026 - 17:46 WIB

Lpi Dukung Pemerintah Segera Eksekusi Pajak Kapal Asing Di Selat Malaka

Kasus Sri Rahayu Buktikan Perlindungan Pekerja MBG Masih Diabaikan Pengelola

22 April 2026 - 17:03 WIB

Kasus Sri Rahayu Buktikan Perlindungan Pekerja Mbg Masih Diabaikan Pengelola

CBA Bongkar Bisnis “Centeng” Pejabat: Honor Pengawal Gubernur Maluku Utara Capai Rp660 Juta

22 April 2026 - 15:37 WIB

Cba Bongkar Bisnis “Centeng” Pejabat: Honor Pengawal Gubernur Maluku Utara Capai Rp660 Juta
Trending di Nasional