Menu

Mode Gelap
SMP Negeri 128 Jakarta Gelar Persami Bentuk Pramuka Mandiri, Tangguh, Kreatif dan Berkarakter Resmikan Posbakum se-Papua Barat dan Papua Barat Daya, Menkum Tekankan Penyelesaian Hukum Secara Adat Pemagangan Nasional dan Ketidakpastian Kerja Patroli Samapta Polda Papua Barat Daya Gagalkan Aksi Pencurian Kabel Alat Berat di Sorong Meki Nawipa Perkuat Sinergi dengan Kejati Papua untuk Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Pembangunan Papua Tengah Kejagung: Jamin Kelancaran Program Kampung Nelayan Merah Putih Tepat Sasaran

Nasional

Ganjar Ajak Emak-Emak Belajar Teknologi Pertanian


					Ganjar Ajak Emak-Emak Belajar Teknologi Pertanian Perbesar

TEROPONGISTANA.COM LAMPUNG – Puluhan emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Liman Benawi, Trimurjo Lampung Tengah begitu antusias menyambut kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sabtu (22/1), Ganjar mengunjungi desa yang menjadi desa binaan Kagama itu untuk melihat pertanian yang dikembangkan KWT.

Ganjar menyempatkan diri melihat pertanian jagung yang dikelola KWT Liman Benawi. Di sana, ia dicurhati tentang sulitnya air saat musim kemarau.

“Pakai teknologi, nanti saya undang ke Jawa Tengah ya. Di sana ada teknologi pertanian yang keren menggunakan bioreaktor kapal selam,” kata Ganjar.

Tawaran itu langsung disambut antusias emak-emak itu. Bukan karena ingin belajar teknologi pertanian saja, mereka justru meminta Ganjar mengajak mereka wisata ke Borobudur.

“Sekalian wisata ke Borobudur ya pak, sudah lama kami pengen ke sana,” teriak mereka kompak.

Ganjar hanya tersenyum mendengar permintaan mereka. Namun Ganjar sangat senang, melihat semangat emak-emak yang berkecimpung di dunia pertanian.

“Ibu-ibu ini hebat, mereka tergabung dalam organisasi KWT. Mereka mengembangkan pertanian, teorinya sudah benar karena bisa mengelola dengan baik. Tapi tadi cerita ada kendala, maka saya tawarkan bagaimana kalau masalah itu diselesaikan menggunakan teknologi pertanian,” ucap Ganjar.

Ganjar berniat mengundang emak-emak KWT itu ke Jateng karena di Pati ada teknologi Bioreaktor Kapal Selam. Teknologi itu bisa digunakan untuk mengatasi persoalan air.

“Jadi area-area yang kekurangan air bisa dipakai teknologi ini. Bagaimana memanfaatkan sampah kemudian diolah jadi bio gas, kemudian energinya untuk menggerakkan pompa penyedot air. Pupuk dan residu yang dihasilkan juga bisa dipakai untuk menyuburkan tanah,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi itu tidak terlalu rumit. Jika teknologi itu bisa diadopsi oleh KWT di Liman Benawi, maka persoalan kesulitan air bisa teratasi.

“Makanya saya mau undang ibu-ibu KWT ini ke Jawa Tengah, untuk belajar di sana,” tutupnya.

Tak hanya mengunjungi pertanian yang dikembangkan KWT, di desa Liman Benawi itu Ganjar juga melihat sentra pengembangan aglonema yang dikelola masyarakat. Ganjar juga mampir ke puskesmas pembantu untuk melihat bakti sosial pemeriksaan ibu hamil.

Baca Lainnya

Kejagung: Jamin Kelancaran Program Kampung Nelayan Merah Putih Tepat Sasaran

18 Mei 2026 - 20:30 WIB

Kejagung: Jamin Kelancaran Program Kampung Nelayan Merah Putih Tepat Sasaran

Dave Laksono Dorong Integrasi Tambang dan Industri Pertahanan

18 Mei 2026 - 20:14 WIB

Dave Laksono Dorong Integrasi Tambang Dan Industri Pertahanan

Data Tunjukkan Tren Meningkat, IYAC Desak Reformasi Sistem Perlindungan di Pesantren

18 Mei 2026 - 18:24 WIB

Data Tunjukkan Tren Meningkat, Iyac Desak Reformasi Sistem Perlindungan Di Pesantren
Trending di Nasional