Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

News

Parah Bener …! Banyak Pekerjaan Rumah, Anggota DPR RI Minta Optimalkan Peran OJK


					Parah Bener …! Banyak Pekerjaan Rumah, Anggota DPR RI Minta Optimalkan Peran OJK Perbesar

LAMPUNG – Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly, turut hadir dalam acara puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. (27/10/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Junaidi Auly menyampaikan bahwa masih terdapat Pekerjaan Rumah (PR) dalam rangka meningkatkan indeks inklusi keuangan dan indeks literasi keuangan. Berdasarkan hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019, indeks inklusi keuangan mencapai 76,19% dan indeks literasi keuangan baru mencapai 38,03%.

Putra asli kelahiran Lampung ini mengingatkan bahwa OJK penting melakukan berbagai inovasi program dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan dan literasi keuangan. Peningkatan tersebut memungkinkan terjadinya sistem keuangan yang inklusif untuk mendukung sistem yang dalam dan benar-benar stabil.

Baca jugaSIKAT! Masyarakat Anti Korupsi Minta Kejagung Periksa BPDPKS

Anggota DPR RI Fraksi PKS ini berharap adanya optimalisasi peran OJK khususnya dalam pemerataan informasi keuangan sehingga melunturkan kesenjangan inklusi keuangan antar wilayah terkait berbagai jasa keuangan.

“Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan ini diharapkan bukan sebagai agenda rutinitas semata, melainkan inklusi keuangan harus dan benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat, baik itu di pedesaan maupun perkotaan. Tentu dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kebutuhan inklusi keuangan dari karakteristik wilayah tersebut,” ungkap Junaidi.

Lanjut Junaidi, OJK harus memastikan bahwa setiap produk dan layanan jasa keuangan harus tersedia secara berkelanjutan dan teregulasi dengan baik. Hal ini penting dalam rangka mengantisipasi tindakan fraud yang dapat mengakibatkan kerugian bagi keuangan masyarakat dan keuangan negara.

“Penguatan inklusi keuangan dan literasi keuangan tentu dapat meminimalisir kerugian, untuk itu kolaborasi setiap stakeholder menjadi penting apalagi jika dihadapkan pada teknologi keuangan yang terus berkembang,” tutup Junaidi.

(Raja Paluta)

Baca Lainnya

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI

16 April 2026 - 19:22 WIB

Naikkan Daya Saing, Cima Upayakan Kesejahteraan Pelaut Ri

Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari

16 April 2026 - 19:08 WIB

Ombudsman Tegaskan Pembatasan Bbm Subsidi Harus Pertimbangkan Mayoritas
Trending di Hukum