Menu

Mode Gelap
Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU

News

Revitriyo Husodo, Pentingnya Pelestarian Budaya Dan Kearifan Lokal


					Ketua Umum Gerak 08 Revitriyoso Husodo Dorong Pemuda Jadi Agen Inovasi dan Transformasi Sosial Perbesar

Ketua Umum Gerak 08 Revitriyoso Husodo Dorong Pemuda Jadi Agen Inovasi dan Transformasi Sosial

Teropongistana.com, Jakarta — Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08), Revitriyoso Husodo, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai agen inovasi dan transformasi sosial di tengah dinamika era digital. Menurutnya, semangat pembaruan yang dimiliki generasi muda adalah modal utama untuk membangun kemandirian dan kemajuan bangsa, dimulai dari desa.

“Pemuda hari ini bukan sekadar penonton perubahan, tapi pelaku utama. Mereka punya akses luas terhadap informasi dan teknologi, tinggal bagaimana mengolahnya menjadi solusi bagi masyarakat,” ujar Revitriyoso di Jakarat (31/10).

Ia mencontohkan berbagai inovasi yang telah muncul di tingkat lokal, seperti penerapan teknologi pertanian presisi yang membantu petani mengelola lahan secara efisien serta penggunaan platform digital untuk memasarkan produk-produk desa. Menurutnya, langkah-langkah ini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menguatkan kemandirian ekonomi desa.

Revitriyoso menekankan, kemandirian ekonomi desa menjadi kunci utama terciptanya desa mandiri dan sejahtera. Ia mendorong pemuda agar berani menjadi wirausahawan muda berbasis potensi lokal seperti pengolahan hasil pertanian, kerajinan tangan, pariwisata desa, hingga kuliner khas daerah. “Kewirausahaan pemuda tidak hanya soal keuntungan pribadi, tapi juga soal tanggung jawab sosial — menciptakan lapangan kerja dan menurunkan pengangguran di desa,” tambahnya.

Selain ekonomi, Revitriyoso juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai pondasi pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak pemuda untuk aktif menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui kegiatan sosial, seni, dan budaya. “Festival budaya, pelatihan seni tradisional, hingga gerakan pelestarian lingkungan adalah bentuk nyata bagaimana pemuda bisa menjaga identitas desa sambil tetap maju,” katanya.

Lebih jauh, Revitriyoso menilai pemuda harus terlibat aktif dalam pengambilan keputusan di tingkat desa, mulai dari forum musyawarah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga program pembangunan lainnya. Partisipasi itu, katanya, bukan simbolik, melainkan kontribusi nyata untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Dalam pandangannya, membangun desa mandiri tidak bisa dilakukan secara individual.

Revitriyoso menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemuda, pemerintah, lembaga masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha. “Jejaring yang kuat membuka akses pada sumber daya, pelatihan, pendanaan, hingga transfer pengetahuan antar desa,” tuturnya.

Ia menutup dengan pesan tegas bahwa desa yang mandiri dan sejahtera bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan bila pemuda berani mengambil peran. “Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi membangun manusia dan peradaban. Pemuda adalah aktor utamanya. Saatnya mereka bangkit, berdaya, dan bersinar dari desa untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkas Revitriyoso.

Dyt

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta ASN

5 Januari 2026 - 16:50 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta Asn

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

20 Desember 2025 - 11:51 WIB

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

Pamitan, Ditjen PHU Persembahkan Buku Memori Kolektif 75 Tahun Kemenag Kelola Haji

16 Desember 2025 - 21:51 WIB

Penyelenggaraan Haji 2025 Menjadi Tugas Terakhir Ditjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (Phu) Kementerian Agama. Mulai Tahun Depan, Tanggung Jawab Mengurus Haji Diemban Oleh Kementerian Haji Dan Umrah.
Trending di News