Menu

Mode Gelap
Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU

News

Bali Mendadak Berubah Jadi Kolam Raksasa


					Bali Mendadak Berubah Jadi Kolam Raksasa Perbesar

Teropongistana.com, Bali– Bali, pulau yang dikenal dengan cahaya matahari dan ombak eksotis, mendadak berubah menjadi kolam raksasa pada 10 September lalu.

Pasar Badung, yang biasanya ramai dengan suara tawar-menawar ikan segar, kini sepi digantikan dengung dan kecipak air setinggi empat hingga lima meter. Sebagian warga pun mengungsi. Lara pun menggunung.

Tapi jangan khawatir, bantuan datang. Menteri Agama KH.Nasaruddin Umar bergegas hadir, ditemani rombongan pejabat yang hampir menyerupai arak-arakan upacara adat.Tapi mereka tidak datang dengan tangan kosong lho. Disakunya ada Rp300 juta yang dibawa sebagai obat penenang sementara seperti  yang diberikan kalau berobat ke Puskesmas.  Ya seperti amoxilin dan paracetamol lah.

Tentu, angka Rp300 juta terdengar gagah di mikrofon. Tetapi jika dibagi rata dengan korban, rumah rusak, dan pura yang luluh lantak, nilainya bisa jadi sekadar cukup untuk membeli sandal baru atau sekantong beras. Namun bukankah yang terpenting adalah simbol kepedulian? Bukankah kehadiran menteri lebih bernilai daripada nominalnya?  Negara hadir dalam duka nestapa rakyat yang kedinginan disergap banjir.

“Sesama warga bangsa, kita seperti satu tubuh,  ” ujar Menag. Tubuh memang satu, tapi entah mengapa kepala lebih sering terlindungi, sementara kaki dibiarkan tenggelam  ataum minimal terendam banjir.

Wakil Wali Kota Denpasar mengakui, banjir kali ini luar biasa. Jalan Gajah Mada berubah menjadi kanal ala Venesia. Bedanya, gondola tidak lewat dengan membawa turis, melainkan warga yang berenang menyelamatkan diri.

Di tengah derita itu, warga Bali patut bersyukur: setidaknya mereka tidak sendirian. Negara hadir, meski sering kali hadir dengan kamera atau ponsel lebih dulu, lalu bantuan mengikuti. Dan semoga saja banyak pejabat yang mengikuti gerak  peduli Menag.

Banjir mungkin akan surut, rumah bisa dibangun kembali, dan pura akan berdiri lagi dengan bergotong royong. Tapi kita semua tahu, setiap kali bencana datang, selalu ada dua hal yang tak pernah absen: air yang meluap, dan janji yang mengalir.  (Kei)

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta ASN

5 Januari 2026 - 16:50 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta Asn

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

20 Desember 2025 - 11:51 WIB

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

Pamitan, Ditjen PHU Persembahkan Buku Memori Kolektif 75 Tahun Kemenag Kelola Haji

16 Desember 2025 - 21:51 WIB

Penyelenggaraan Haji 2025 Menjadi Tugas Terakhir Ditjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (Phu) Kementerian Agama. Mulai Tahun Depan, Tanggung Jawab Mengurus Haji Diemban Oleh Kementerian Haji Dan Umrah.
Trending di News