Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

News

Wah-wah Alat Berat Masuk Kawasan Ujung Kulon, Warga Mengeluh!


					Wah-wah Alat Berat Masuk Kawasan Ujung Kulon, Warga Mengeluh! Perbesar

Teropongistana.com,

Pandeglang, – Sejumlah warga di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang, mengeluhkan pembangunan proyek Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) Ujung Kulon.

Diketahui, proyek JRSCA yang sempat ditolak warga pada tahun 2012 ini kembali dilanjutkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) pada tahun 2021 sampai sekarang dengan menelan anggaran sekitar Rp33 Miliar.

Progres pemgangunan JRSCA di Ujung Kulon ini mendapat pelbagai sorotan dari masyarakat Desa Rancapinang. Mereka heran ada alat berat yang masuk ke dalam kawasan hutan lindung Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
Padahal sebelum-sebelumya warga kerap dilarang menggarap sawah menggunakan traktor, karena dapat menimbulkan folusi suara yang dapat mengganggu habitat di dalam kawasan.

“Masyarakat garap sawah di sekitar kawasan disuruh pakai alat tradisonal, nah ini ada alat berat masuk kawasan,” kata warga sekitar Ahmad Kurtusi, kepada awak media, pada Senin (11-April-2022)

Ahmad menjelaskan, selama ini masyarakat terus mentaati apa yang dilarang digunakan di dalam kawasan. Namun, ia merasa tidak adil ketika ada alat berat yang masuk ke dalam kawasan.

“Enggak ngarti, dulu masyarakat bawa traktor dilaporkan. Nah ini ada alat berat masuk sekarang mereka diam saja,” tandasnya.

Pekerjaan sejumlah proyek dalam pembangunan JRSCA Ujung Kulon membuat akses jalan Cibadak-Rancapinang rusak akibat sering dilintasi mobil Dump Truck yang membawa material.

Kerusakan jalan ini membuat warga geram hingga melakukan audiensi dengan berbagai pihak mulai dari, Balai TNUK, pelaksana proyek, kepolisian dan kepala desa.

Dari hasil audiensi tersebut melahirkan kesepakatan bahwa pihak pelaksana prptek akan melakukan perbaikan jalan di Desa Cibadak dan Rancapinang.

“Ini perlu dikawal, jangan sampai pihal pelaksana membohongi masyarakat,” tambah Peri Irawan.
Sementara Humas Balai TNUK Pandeglang, Andri membenarkan bahwa alat berat tersebut untuk proyek JRSCA.

“Oh itu (Alat berat) terkait kegiatan pembangunan JRSCA,” singkatnya. (Red)

Sumber : Eramedia

Baca Lainnya

Harapan Menjadi Luka: Sengkarut Abang None Cilik 2026 yang Belum Ramah Anak

3 Juli 2026 - 22:14 WIB

Harapan Menjadi Luka: Sengkarut Abang None Cilik 2026 Yang Belum Ramah Anak

Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Banpang Lebih Cepat dari Jadwal

2 Juli 2026 - 15:23 WIB

Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Banpang Lebih Cepat Dari Jadwal

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 di Babak Pertama

30 Juni 2026 - 01:01 WIB

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 Di Babak Pertama
Trending di Headline