Menu

Mode Gelap
Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja 1.000 Genset ESDM–PLN Jadi Cahaya Warga Aceh Pascabencana PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945 Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI

Pendidikan

Buni Alaras Lanjutkan Ujian Lewat Tangan Baik Irjen Pol Rudy


					Keterangan foto : Irjen Pol Dr Rudy Adi Nugroho, Kamis (13/4/2023) Perbesar

Keterangan foto : Irjen Pol Dr Rudy Adi Nugroho, Kamis (13/4/2023)

Teropongistana.com Serang – Buni Alaras Warga Desa Kamaruton, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang. Buni anak ke – 4 dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Abdullah Arsyad seorang buruh serabutan yang kerap kali meninggalkan keluarga . Dia mempunyai enam (6) orang anak termasuk Buni Alaras.

Buni saat ini tercatat sebagai siswa kelas tiga di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Kibin, Serang. Tapi, pada senin (10/4/2023) kemarin, dia terpaksa harus pulang karena petugas Tata Usaha di SMK tak mengizinkan Buni untuk mengikuti ujian, sebab ia masih memiliki tunggakan uang sekolah yang cukup besar sejak kelas satu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, bila dihitung-hitung untuk total tunggakan uang sekolah Buni hampir Rp 5.000 000 (lima juta rupiah). Waktu itu keluarga Buni menyanggupi bayar Rp 500 ribu. Tetapi, pihak sekolah meminta paling sedikit Rp 1 juta, baru dia diperbolehkan mengikuti ujian bersama rekan-rekanya.

“Bapak sampai sebulan, bahkan kadang setelah dua bulan baru pulang ke rumah. Biasanya Bapak ke Bekasi untuk mengumpulkan barang-barang bekas”, cerita Asep, kakak sulung Buni.

Baca juga : Kapolda Banten Memastikan Jalur Mudik Sepeda Motor di Pelabuhan Ciwandan

Sambil berkaca-kaca, Asep menceeitakan bahwa pada Senin, Selasa, dan Rabu (10 s.d. 12/4/23) teman-temannya Buni sedang menjalani ujian di sekolah. Buni hanya bisa terdiam diri di rumah sambil meratapi nasibnya sendiri agar bisa mengikuti ujian.

Baru Rabu (13/4/23), Buni ditemani oleh kakak nomor dua yaitu Iim Ardian, datang untuk berunding dengan pimpinan SMK. Setelah berunding, dia kemidian membayar Rp 450 ribu, akhirnya pada saat itu Buni mendapatkan kartu ujian, tapi baru bisa ikut ujian Kamis ini (13/4/23).

Sementara, pada Kamis (13/4/23) tampak sudah ikut ujian di SMK “IM” Kibin. Mata pelajaran yang dujikan sejak Senin sebelumnya akan ia ikuti secara susulan. Mendengar kabar warga yang terkena himpitan ekonomj, Irjen Pol Rudy Adi Nugroho terkait terhambatnya pendidikan seorang anak.

Irjen Pol Rudy tersenyum lega setelah bertemu Asep Abdul Muiz, kakak Buni Alaras (17), siswa yang terancam tak bisa ikut ujian, telah menerima tranfer uang di rekeningnya dari Kapolda Banten, Kamis siang (13/4/23). Kapolda Rudy diam saja ketika ditanya berapa jumlah yang ia bantukan demi Buni bisa ikut ujian. Sebaliknya, Asep Abdul Muis yang berterus terang.

“Transfer uang yang saya terima cukup besar. Bukan soal nominalnya, sebab nilainya memang lebih dari sekadar jumlahnya. Dengan uang itu, Buni Kamis (13/4/23) sudah bisa ikut ujian, seperti teman-temannya yang lain. Meski, ada catatan, Budi masih harus menjalani ujian susulan, karena ujian sudah berjalan sejak Senin, ” ucap Asep kaka Kandung dari Budi.

Perihal pendidikan, termasuk pendidikan pondok pesantren yang bertebaran di Provinsi Banten, memang menjadi perhatian besar Polda Banten di bawah kepemimpinan IJP Prof Rudy. Demikian juga dengan panti-panti asuhan anak yatim dan yatim-piatu. Ia kerap dadakan menyambangi ulama, pesantren, serta rumah-rumah yatim dan yatim piatu di daerahnya.

“Terima kasih Pak Kapolda, saya sudah terima Rp4.950.000. Kami sekeluarga mendoakan semoga Pak Kapolda bersama keluarga senantiasa dikaruniai Allah SWT kesehatan dan kelancaran tugas,” tambah Asep dengan penuh haru.

Di hati Jenderal Rudy, anak seorang jaksa (alm), pendidikan adalah kunci pembentukan mindset seseorang terkait perjalanan hidup untuk meggapai cita-citanya.

“Rencananya, saya akan ke SMK tempat Buni sekolah Jumat (14/4/23), untuk melunasi tunggakan uang sekolahnya. Ya pakai uang bantuan Pak Kapolda Rudy,” kata Asep seraya janji pekan depan akan sengaja sowan ke Kapolda

Sejak 5 Januari 2021 Rudy Heriyanto menjadi Kapolda Banten. Tiga hari kemudian (8/1/021), ia meluncurkan 12 highlight dengan nama “Pendekar (Polisi yang Ngayomi dan dekat dengan Rakyat) Banten”. Ini merupakan commander wish Kapolda yang melandasi 12 programnya.

Kata Pendekar Banten yang dipilih oleh Kapolda sendiri untuk program prioritas sepanjang kepemimpinannya, merupakan bagian pendekatan sosial, kultural, dan keagamaan di Banten.

Ke-12 program Kapolda Rudy yang di antaranya terkait dengan dunia pendidikan dan anak. Highlight Ini meliputi Ngaji Bareng Kapolda, Rukun Ulama Umaro, Yuk Ngopi Wae, dan Subuhan Keliling, Saba Pesantren, Sowan Sesepuh, Ronda Siskamling, Guyub TNI-Polri, Sinergi 3 Pilar, Warung Jumat, Polisi Sayang Anak Yatim, dan yang terakhir Penguatan Manajemen Media. (Irman)

Baca Lainnya

Hari Amal Bakti ke-80, Menag Minta ASN Kemenag Warnai AI dengan Konten Mencerahkan

3 Januari 2026 - 19:28 WIB

Hari Amal Bakti

Kemenag Longgarkan Perkuliahan PTKI Terdampak Bencana: Belajar Jalan Terus, Meski Kampusnya Ikut Mengalir

5 Desember 2025 - 15:11 WIB

Kemenag Longgarkan Perkuliahan Ptki Terdampak Bencana: Belajar Jalan Terus, Meski Kampusnya Ikut Mengalir

MPLS SMPN1 Kemang pada tahun ajaran 2025/2026

19 Juli 2025 - 16:19 WIB

Setelah Melaksanakan Proses Spmb Tingkat Smp, Smp Satu Negri Kemang Menyambut Kehadiran Murid Baru Dengan Melaksanakan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Mpls) Pada Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan Mpls Ini, Berlangsung Selama 5 Hari, Terhitung Mulai Hari Ini Senin Kemarin, Dengan Menampilkan Kegiatan Demontrasi Salah Satunya Eskul Paskibraka Yang Ada Di Smpn 1 Kemang. Nurul Rahayu Priatna Kelas 8,6 Salah Satu Anggota Paskibraka Menambahkan Dengan Antusias Smpn1 Nekem  Ini Sering Mengikuti Kegiatan Lomba Dan Berhasil Mendapat Juara Dalam Beberapa Kategori. Begitu Juga Ibu Nini Suherti  Salah Satu Guru Wali Kelas 8,6 Menjelaskan Kegiatan Mpls Untuk Murid Baru Ini Menjadi Sarana Untuk Mengenal Lebih Jauh Sekolah Mereka. Pelaksanaan Mpls Disesuaikan Dengan Berbagai Kegiatan Positif, Yang Diawali Dengan Doa Bersama Dan Wawasan Wiatamandala Ibu Nini Suherti Juga Mengungkapkan Kegiatan Ini Rutin Di Laksanakan Setiap Tahun Yang Diselenggarakan Di Lingkungan Sekolah Smpn 1 Kemang Dan Mpls Mulai Dari Tanggal 14-18 Juli Dengan Diawali Pembukaan, Doa Bersama, Penyampaian Wawasan Wiatamandala, Pengenalan Lingkungan Sekolah. Selain Itu Juga Kegiatan Mpls Ini Juga Disertai Dengan Berbagai Sosialisasi Mulai Dari Sosialisasi Dari Bapak Ibu Guru Mengenai Beberapa Kegiatan Yang Eskul Yang Ada Di Lingkungan Smpn1 Kemang Dan Tentang Pemanfaatan Teknologi Dalam Pembelajaran Untuk Menjadi Lingkungan Yang Aman Dan Nyaman Serta Bahaya Judi Online. Dan Memberikan Materi Pencegahan Bullyng Dilingkungan Sekolah Dan Pentingnya Pendidikan Tinggi. Harapan Dengan Adanya Mpls Ini Dapat Membantu Para Murid Baru Untuk Bisa Beradaptasi Dan Mengenal Satu Sama Lain Serta Para Guru Selama Mpls. Selain Itu Mereka Juga Perlu Mengetahui Aturan-Aturan Yg Berlaku Di Sekolah, Sehingga Tercipta Lingkungan Belajar Yang Disiplin, Dan Nyaman. Kepala Sekolah Berharap Untuk Kedepannya Smpn 1 Kemang  Bisa Lebih Maju Dalam Memberikan Pelajaran Dan Ilmu Yg Terbaik Bagi Murid-Murid Sehingga Bisa Menjadi Pribadi Yg Berkarakter Dan Berbudi Pekerti Yang Luhur Sehingga Menghasilkan Murid-Murid Yang Berprestasi Walaupun Masih Dalam Keterbatasan Dari Pihak Guru Pengajar.
Trending di Pendidikan