Menu

Mode Gelap
Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa Lindungi Generasi Muda dari Narkotika, Pemprov dan DPRD DKI Perkuat P4GN dengan Dukungan APBD dan BTT Tak Dilengkapi Plang Proyek, Pembangunan Rabat Beton di Wantisari Jadi Sorotan Bukan Pengusiran, Budiman Sudjatmiko Ungkap Fakta Di Forum Semarang Koalisi Cinta Jakarta Apresiasi Pembukaan 2.843 Lowongan Kerja BaraNusa Apresiasi Sikap Humanis Polda Metro Jaya dalam Mengawal Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

Politik

Prabowo dan Jokowi Adu Kuat Dipanggung Kekuasaan


					Ketereangan Foto : Presiden Prabowo Subianto dan Mantan Presiden Jokowi Dodo. Perbesar

Ketereangan Foto : Presiden Prabowo Subianto dan Mantan Presiden Jokowi Dodo.

Teropongistana.com Jakarta – Politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, mengemukakan analisis tajam terkait dinamika kekuasaan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sosok yang paling berpotensi mengguncang stabilitas Prabowo, bahkan menurunkannya dari kursi presiden, adalah Joko Widodo.

Jokowi dan Jaringan Kekuasaannya

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai presiden, Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang kuat. Ia tetap didukung oleh jutaan loyalis, memiliki akses terhadap dana besar, serta dekat dengan oligarki dan elite politik nasional. Jaringan ini diperkuat dengan hubungan eratnya dengan pimpinan partai politik, termasuk yang tergabung dalam koalisi Prabowo, serta kedekatannya dengan pimpinan TNI-Polri.

Keberadaan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden juga menambah dimensi baru dalam dinamika kekuasaan. Gibran, sebagai putra Jokowi, dianggap sebagai perpanjangan tangan politik sang ayah di Istana. Dengan kombinasi faktor ini, Prabowo dinilai harus tetap menjaga hubungan baik dengan Jokowi agar dapat menjalankan pemerintahan dengan stabil hingga 2029.

Dinamika Ekonomi dan Pertemuan Intensif

Situasi ekonomi yang semakin menantang membuat pertemuan antara Prabowo dan Jokowi semakin sering terjadi. Selain membahas kebijakan nasional, pertemuan-pertemuan ini diduga juga berkaitan dengan akses terhadap sumber daya keuangan yang masih dikendalikan oleh mantan presiden tersebut.

Namun, apakah Jokowi benar-benar masih menjadi kingmaker yang dapat menentukan arah pemerintahan? Ataukah Prabowo akan menemukan cara untuk memperkuat posisinya tanpa berada dalam bayang-bayang Jokowi?

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Istana terkait pernyataan Beathor Suryadi. Namun, perkembangan politik ke depan akan semakin menarik untuk disimak, terutama terkait bagaimana hubungan Jokowi dan Prabowo dalam menjaga keseimbangan kekuasaandiIndonesia.

Baca Lainnya

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai PKB Lebak

11 Juni 2026 - 15:16 WIB

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai Pkb Lebak

Adde Rosi: Lebih dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

10 Juni 2026 - 15:38 WIB

Adde Rosi: Lebih Dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-buru

6 Juni 2026 - 00:02 WIB

E-Voting Berpotensi Efisien, Doli Ingatkan Jangan Terburu-Buru
Trending di Politik