Menu

Mode Gelap
Menganyam Jaring Pengaman Industri: Sinergi LKS Bipartit, LKS Tripartite, dan Satgas Mitigasi PHK Komisi I DPR Pantau Penyanderaan Empat ABK WNI di Somalia, Opsi Operasi Pembebasan Disiapkan Perkuat Pasokan Energi, PGN SOR II Gelar GCM 2026 di Cibubur Jerry Massie Minta Relawan Jokowi Dibubarkan Demi Menjaga Keteduhan Politik Anggota MPR RI Ahmad Fauzi Tekankan Pentingnya Demokrasi Pancasila di Pandeglang Lebih dari Sekadar Asupan Gizi, MBG Gerakkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja

Politik

Isu Munaslub Golkar Menguat, Analis: Bahlil Diduga Perpanjangan Tangan Jokowi


					Foto (Red). Perbesar

Foto (Red).

Teropongistana.com Jakarta – Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar kembali mencuat ke permukaan. Wacana ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum, yang dinilai terlalu kuat berafiliasi dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Analis politik dan kebijakan publik, Adi Bunardi, menilai bahwa isu Munaslub bukan hal baru. Menurutnya, langkah ini mencuat seiring dugaan bahwa pengangkatan Bahlil sebagai Ketum Golkar merupakan skenario politik yang melibatkan aktor-aktor besar, termasuk mantan Presiden Jokowi.

“Bahlil diduga sebagai kepanjangan tangan dari Jokowi. Ketika menjabat Ketum Golkar, ia bisa menjadi perisai politik, hukum, dan bisnis bagi Jokowi setelah tak lagi menjabat,” ujar Adi kepada Mediakarya, Kamis (31/7/2025).

Adi menambahkan, kecil kemungkinan Bahlil yang sebelumnya kurang menonjol di internal Golkar bisa naik secara tiba-tiba tanpa ada dorongan dari lingkaran istana.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bahlil merupakan orang dekat Jokowi. Maka, jika ada wacana Munaslub, itu hal yang lumrah dan bahkan patut didukung,” lanjutnya.

Selain soal afiliasi politik, Adi juga menyoroti sejumlah kontroversi kebijakan Bahlil selama menjabat sebagai Menteri Investasi di Kabinet Merah Putih. Beberapa di antaranya termasuk skandal tambang di Raja Ampat, kebijakan pelarangan pengecer menjual LPG 3 kg, serta polemik lainnya yang dinilai mencoreng citra pemerintah dan merugikan Golkar.

Sementara itu, dorongan Munaslub semakin menguat setelah dikabarkan Istana telah merestui penggantian Bahlil. Informasi yang beredar menyebut nama Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN, disebut-sebut akan menggantikan Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar.

Nusron disebut telah dipanggil ke Hambalang untuk menerima arahan terkait rencana Munaslub, yang ditargetkan berlangsung sebelum pergantian tahun.

Jika benar terealisasi, Munaslub ini berpotensi menjadi titik balik bagi Partai Golkar, yang selama ini dinilai terlalu menjadi perpanjangan kekuasaan Jokowi, meskipun ia sudah tak lagi menjabat sebagai presiden.

Baca Lainnya

PKB Banten Matangkan Struktur DPC, Fokus pada Keterwakilan Wilayah dan Kader Perempuan

18 Juni 2026 - 12:51 WIB

Pkb Banten Matangkan Struktur Dpc, Fokus Pada Keterwakilan Wilayah Dan Kader Perempuan

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai PKB Lebak

11 Juni 2026 - 15:16 WIB

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai Pkb Lebak

Adde Rosi: Lebih dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

10 Juni 2026 - 15:38 WIB

Adde Rosi: Lebih Dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin
Trending di Politik