Menu

Mode Gelap
Kasus Dugaan Rp3,7 Miliar KPU Bogor, Polisi-Kejaksaan Didesak Bergerak Korupsi Dana BOS Rp319 Juta, Kepala Sekolah dan Bendahara di Takalar Ditahan Hari Pers Nasional, Integritas Adalah Kunci Permohonan Pra Peradilan Uang Rp17,55 Miliar Beny Saswin Dinilai Prematur Pramuka Nadi Pengabdian, Ade Andriana Resmi Mengemban Amanah Wakil Ketua Kwarcab Lebak Proyek Rotary Dryer Rp4 Miliar Diduga Tanpa SLO dan TKDN, MataHukum Minta Kejaksaan Periksa

Politik

Isu Munaslub Golkar Menguat, Ridwan Hisjam Siap, Idrus Marham Bantah Ada Restu Istana


					Foto (Red). Perbesar

Foto (Red).

Teropongistana.com Jakarta –  Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar untuk mengganti Ketua Umum Bahlil Lahadalia mulai mencuat. Politikus senior Golkar, Ridwan Hisjam, menyatakan kesiapannya mendukung Munaslub jika salah satu dari empat syarat yang diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai terpenuhi.

Keempat syarat tersebut adalah ketua umum melanggar AD/ART, melakukan tindak pidana, berhalangan tetap, atau mengundurkan diri.

Isu Munaslub Golkar Menguat, Ridwan Hisjam Siap, Idrus Marham Bantah Ada Restu Istana

“Kalau Munaslub monggo, kapan saja saya siap memberikan dukungan asal ada unsur yang dipenuhi dari empat poin tadi. Saya ditaruh ketua dewan pembina oke, ditaruh di ketum oke, tidak pun tidak masalah,” ujar Ridwan, Rabu (6/8/2025).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham menegaskan tidak ada campur tangan Istana terkait isu Munaslub ini. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto justru mendukung soliditas Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil demi kelancaran pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Di Golkar tidak pernah curiga sedikit pun kepada Pak Prabowo, apalagi beliau merestui Munaslub,” kata Idrus di Tangerang, Minggu (10/8/2025).

Idrus menambahkan, Bahlil menanggapi isu ini dengan santai dan menilai tantangan akan selalu datang seiring prestasi partai. Ia memuji Bahlil sebagai ketum muda berusia 49 tahun, berprestasi, dan berasal dari Papua mencerminkan Golkar sebagai partai modern, terbuka, dan mewakili keberagaman Indonesia.

Baca Lainnya

Pengamat Nilai PSI Terlalu Jumawa, Ambisi Rebut Bali hingga DKI Dinilai Konyol

3 Februari 2026 - 16:13 WIB

Kekuatan Jokowi Masih Besar Di Kabinet, Psi Berubah Wajah: Pertanda Arah Politik Baru?

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

25 Januari 2026 - 22:08 WIB

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

16 Januari 2026 - 07:52 WIB

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades
Trending di Politik