Menu

Mode Gelap
Waspada Haji Ilegal, Anggota DPR: Visa Non-Haji Pasti Tertahan Permenaker Alih Daya Dinilai Inkonstitusional dan Langgar Putusan MK BPA Fair 2026: Lewat CFD, BPA Kenalkan Transformasi Lelang Aset Negara Pesantren Bukan Tempat Aman Pelaku Kejahatan, Kang Maman: Cabut Izin Jika Langgar Aturan BNN Tegas Larang Vape, Ombudsman Jakarta Raya : Ini Jalan Selamatkan Generasi Menanti Nyawa Melayang, FTMB Ultimatum Pemerintah Segel Tambang Curugbitung

News

Muskercab Perdana PCNU Kota Tangerang Bertempat di Gedung Kemnaker RI Cianjur


					Muskercab Perdana PCNU Kota Tangerang Bertempat di Gedung Kemnaker RI Cianjur Perbesar

Teropongistana.com Tanggerang – Ketua PCNU Kota Tangerang, Drs K.H Dedi Mahfudin M.Si, mengatakan perlunya memperkuat Jam’iyah dan menata jamaah agar bisa menghadapi tantangan-tantangan zaman di era milenial dan modernisasi yang semakin kompleks ini, khususnya di Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, K.H Dedi Mahfudin juga menuturkan bahwa Muskercab perdana ini merupakan bagian dari cara menyiapkan kader-kader Nahdlatul Ulama agar siap menghadapi tantangan zaman.

Acara dipimpin Panitia Pelaksana Musyawarah Kerja Cabang (MUSKERCAB-1) PCNU Kota Tangerang, 24-25 September 2022, di Wisma Kemnaker RI, yang bertempat di Ciloto Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Ketua PCNU Kota Tangerang Drs K.H Dedi Mahfudin M.Si, membuka acara yang digelar di Wisma Kemnaker RI, dengan Tema “Revitalisasi Jam’iyyah dan Penguatan Organisasi dalam Menyongsong 1 Abad NU’.

Ketua PWNU Provinsi Banten diwakilkan oleh K.H Sardani, memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pengurus PCNU Kota Tangerang yang selalu berperan aktif dalam berorganisasi sampai saat ini.

“Saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah ini, karena para pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang tetap taat mempertahankan kesinambungan dan pengembangan organisasi,” kata KH. Sardani dihadapan peserta MUSKERCAB ke-1 PCNU Kota Tangerang.

K.H Sardani, menyampaikan kondisi umat dan negara dalam keadaan yang cukup memprihatikan, revitalisasi agama menjadi momentum bagi para pemimpin umat untuk meningkatkan sumber daya umat, serta mendorong persatuan seluruh umat Islam agar bangkit menghadapi tantangan di era modernisasi ini.

Turut hadir Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Mu’thi dalam tausiyahnya menghimbau agar PCNU Kota Tangerang dalam menjalankan organisasi tetap berpegang pada kaidah dan tetap menjaga nilai-nilai terdahulu yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang baik. “Sehingga Nahdlatul Ulama tetap konsisten dalam berdakwah dan menjadi organisasi yang moderat dengan nilai-nilai Tawasuth, Tawazzun, Tasamukh,” ujarnya.

“Acaranya luar biasa, semoga bisa menghasilkan gagasan yang bagus-bagus” ucap KH Abdul Mu’thi.

Acara perdana ini dihadiri oleh semua unsur struktur Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang, Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Mu’thi, Katib Suriah KH Mulyadi, Sekjen Ahmad Kafi S.Ag, Ketua Tanfidziyah, Ketua pengurus MWCNU dan PCNU Kecamatan Se- Kota Tangerang segenap sahabat Ansor Banser dan segenap unsur Lembaga.

Setelah dibuka oleh Drs K.H Dedi Mahfudin M.Si, ketua PCNU Kota Tangerang, peserta MUSKERCAB ke-1 diharapkan bisa menghasilkan gagasan yang lebih baik, karena dibagi ke dalam tiga komisi, yaitu Komisi A Bidang Organisasi, Komisi B Program Kerja dan Komisi C Bidang Rekomendasi, tiga komisi tersebut dibahas secara terpisah. Komisi Keorganisasian, Program kerja dan komisi Rekomendasi.

Saat sambutan, Kiai Dedi juga melaporkan bahwa kegiatan yang menjadi skala prioritas pada Muskercab perdana ini, Ia berharap Muskercab kali ini dapat merumuskan kegiatan yang menjadi skala prioritas untuk satu tahun kedepan.

“Mudah-mudahan Muskercab PCNU perdana kali ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan program-program terbaik untuk Kota Tangerang ke dapan,” terangnya.

Baca Lainnya

Waspada Haji Ilegal, Anggota DPR: Visa Non-Haji Pasti Tertahan

11 Mei 2026 - 18:56 WIB

Jakarta – Penerapan Sistem Pengelompokan Jamaah Model Syarikah Dalam Penyelenggaraan Haji Tahun 2025 Memicu Kebingungan Di Kalangan Jamaah. Anggota Komisi Viii Dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (Pkb) Maman Imanul Haq Meminta Menteri Agama Segera Melakukan Evaluasi Agar Tidak Menganggu Kenyamanan Ibadah Jamaah Haji Indonesia. “Penerapan Sistem Syarikah Yang Terkesan Mendadak Ini Telah Mengacaukan Pengelompokan Kloter Yang Sebelumnya Sudah Terencana Dengan Baik Dari Tanah Air. Akibatnya, Banyak Jemaah Suami Istri Yang Terpisah, Serta Jemaah Lanjut Usia Yang Terpisah Dari Pendamping Yang Sangat Mereka Butuhkan. Kami Meminta Menteri Agama Segera Melakukan Evaluasi&Quot; Ujar Kiai Maman Imanulhaq, Selasa (13/5/2025). Pria Yang Akrab Disapa Kiai Maman Ini Mengungkapkan Sebelumnya, Jemaah Haji Indonesia Hanya Dilayani Oleh Satu Syarikah, Yaitu Mashariq. Namun, Pada Tahun Ini, Terdapat Delapan Syarikah Yang Bertugas Melayani Jemaah Haji Indonesia. Syarikah Sendiri Merupakan Perusahaan Arab Saudi Yang Memiliki Kewenangan Dalam Mengatur Pelaksanaan Ibadah Haji Di Indonesia. &Quot;Mengapa Harus Delapan Syarikah Yang Dilibatkan, Dan Apa Dasar Pertimbangannya? Seharusnya Kementerian Agama Telah Melakukan Identifikasi Masalah Dan Langkah-Langkah Mitigasi Sebelum Menerapkan Kebijakan Ini. Apakah Kekacauan Yang Terjadi Saat Ini Sudah Diketahui Dan Diantisipasi Oleh Kemenag?&Quot; Tanya Kiai Maman. Lebih Lanjut, Kiai Maman Mengusulkan Agar Jika Kemenag Tetap Menggunakan Delapan Syarikah, Pembagian Tanggung Jawab Hendaknya Didasarkan Pada Wilayah Di Indonesia. Misalnya, Syarikah A Bertanggung Jawab Atas Jemaah Dari Wilayah Tertentu Di Jawa Barat, Syarikah B Untuk Kota Tertentu Di Jawa Timur, Dan Seterusnya. “Jangan Seperti Kondisi Saat Ini Di Mana Lebih Dari Satu Syarikah Menangani Jemaah Dari Satu Daerah. Hal Ini Membingungkan Jemaah Dan Juga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Dan Umrah (Kbihu). Bayangkan Saja, Ada Jemaah Yang Belum Siap Berangkat Namun Tiba-Tiba Harus Berangkat Keesokan Harinya, Atau Sebaliknya, Jemaah Yang Seharusnya Berangkat Beberapa Pekan Lagi Di Kloter Lain, Mendadak Harus Segera Berangkat. Sistem Seperti Apa Ini Jika Hasilnya Justru Menimbulkan Kekacauan?&Quot; Tegasnya. Komisi Viii Dpr Ri, Kata Kiai Maman Mendesak Kementerian Agama Untuk Segera Melakukan Negosiasi Dengan Pihak Berwenang Di Arab Saudi Guna Mencari Solusi Atas Permasalahan Ini. Menurutnya Indonesia Saat Ini Membutuhkan Negosiator Yang Handal Dan Mampu Menyampaikan Keluhan Serta Mencari Solusi Konstruktif Atas Kekacauan Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji 2024 Ini. &Quot;Kami Memberikan Kesempatan Kepada Kemenag Dan Dirjen Penyelenggara Haji Dan Umrah Untuk Bertindak Cepat Menangani Masalah Ini. Kami Tidak Dapat Menerima Jika Penggunaan Delapan Syarikah Ini Justru Menyengsarakan Jemaah Haji Indonesia,&Quot; Imbuh Kiai Maman.

Permenaker Alih Daya Dinilai Inkonstitusional dan Langgar Putusan MK

11 Mei 2026 - 18:24 WIB

Permenaker Alih Daya Dinilai Inkonstitusional Dan Langgar Putusan Mk

Pesantren Bukan Tempat Aman Pelaku Kejahatan, Kang Maman: Cabut Izin Jika Langgar Aturan

11 Mei 2026 - 17:26 WIB

Pesantren Bukan Tempat Aman Pelaku Kejahatan, Kang Maman: Cabut Izin Jika Langgar Aturan
Trending di Nasional