Menu

Mode Gelap
KPK Dorong Aturan Baru, Doli: Langkah Progresif Demokrasi Berkualitas Usut, Anggota DPRD Sulbar Dilaporkan Terima Suap Rp50 Juta Urus SPPG Narkoba Merambah Ruang Digital, Dave Fikarno: Butuh Strategi Adaptif Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Melonjak, CBA: Jangan Habiskan Uang Rakyat Fokus Bangun Jalan dan RTLH, Dandim Afri: Hadir Untuk Kesejahteraan Kejati Sumsel Sita 14 Unit Alat Berat Milik PT KMM

News

Lokakarya PGP, 173 Guru Se-Jaktim Siap Jadi Pemimpin Guru Penggerak Kurikulum Merdeka


					Lokakarya PGP, 173 Guru Se-Jaktim Siap Jadi Pemimpin Guru Penggerak Kurikulum Merdeka Perbesar

Teropongistana.com JAKARTA – Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DIY bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta wilayah Jakarta menggelar Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Tidak tanggung-tanggung lokakarya PGP diikuti sebanyak 172 Calon Guru Penggerak dari Jakarta Timur di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Selasa (20/12).

“Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid,”kata Penjab PGP BBGP DIY Yuliawanto kepada wartawan, Selasa (22/12)

Adapun lokakarya yang diikuti Guru Penggerak, sambungnya, merupakan tindaklanjut yang sebelumnya mereka ikuti pelatihan selama 6 bulan. Untuk kali ini yakni episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) bersama seluruh BBGP/BGP semua provinsi di Indonesia.

“Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) adalah program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui pelatihan dan kegiatan kolektif guru. Program ini memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing,”bebernya.

Untuk itu, lanjutnya guna meningkatkan kualitas guru penggerak harus melalui
proses pendidikan di sekolah yang akan menggerakkan seluruh ekosistem sekolah untuk mendukung proses dan hasil belajar murid.

Termasuk lanjutnya, hasil belajar murid tidak hanya dimaknai dengan nilai-nilai, tapi juga pada karakter dan sikap murid yang tertuang dalam profil pelajar Pancasila. PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi, belajar melalui tatap muka dan belajar mandiri selama 6 bulan.

“Kegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu,” paparnya.

Yuliawanto menambahkan, untuk proporsi kegiatan, terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan Pengajar Praktik. Pada PGP Angkatan 5 ini, BBGP DIY mendapatkan tugas untuk melaksanakan PGP 7 kabupaten/kota yang berada di wilayah provinsi DIY dan DKI Jakarta dengan total sasaran 698 orang

” Sasaran kabupaten/kota dapat di rinci sebagai berikut, Kota Yogyakarta : 50 orang, Kabupaten Kulon Progo : 75 orang, Kota Jakarta Pusat : 64 orang, Kota Jakarta Barat : 96 orang, Kota Jakarta Timur : 172 orang, Kota Jakarta Selatan : 142 orang dan Kota Jakarta Utara : 99 orang,”pungkasnya.

Baca Lainnya

Narkoba Merambah Ruang Digital, Dave Fikarno: Butuh Strategi Adaptif

30 April 2026 - 00:26 WIB

Narkoba Merambah Ruang Digital, Dave Fikarno: Butuh Strategi Adaptif

Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Melonjak, CBA: Jangan Habiskan Uang Rakyat

30 April 2026 - 00:13 WIB

Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Melonjak, Cba: Jangan Habiskan Uang Rakyat

Fokus Bangun Jalan dan RTLH, Dandim Afri: Hadir Untuk Kesejahteraan

29 April 2026 - 23:57 WIB

Fokus Bangun Jalan Dan Rtlh, Dandim Afri: Hadir Untuk Kesejahteraan
Trending di Daerah