Menu

Mode Gelap
Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasar Mikael Mali Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir dan Dukung Program Presiden Prabowo Dua Debt Collector Ditangkap Polisi, Usai Aniaya Anggota Brimob dan Rampas Kendaraan di Banten Usai Pencopotan, Aktivis Firza Husen Maskati Berharap Proses Hukum di BGN Berjalan Adil dan Terbuka

Internasional

Forum Pendukung; Minta Said Aqil Siroj Maju Kembali Ketum PBNU


					Forum Pendukung; Minta Said Aqil Siroj Maju Kembali Ketum PBNU Perbesar

TEROPONGISTANA.COM JAKARTA – Forum Silaturrahim Pendukung Kiai Said Aqil Siroj meminta kesediaan Said Aqil maju kembali sebagai Ketum PBNU periode 2021-2026.Forum silaturahim pendukung ini mengatakan, sosok Said Aqil masih diperlukan karena NU akan memasuki fase tinggal landas dari perjalanan panjangnya di abad pertama menuju abad kedua.

Forum Pendukung Said Aqil mengatakan momentum abad kedua harus menjadi tonggak untuk mendapatkan tugas baru sebagai garda perekonomian bangsa. Karena itu dibutuhkan soliditas jam’iyah dan kepemimpinan yang kuat.

“Dan setelah mencermati dinamika dan menimbang maslahah ‘ammah menjelang Muktamar ke-34 NU, kami Forum Silaturrahim Pendukung Kiai Said Aqil Siraj dengan ini memohon kesediaan Prof. DR. KH Said Aqil Siroj, MA untuk maju dan dipilih kembali sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026,” kata Forum Pendukung dalam keterangannya, Rabu (3/11).

Forum Pendukung Said Aqil mengatakan, pihaknya akan bersama untuk menjaga agar pelaksanaan muktamar PBNU dapat berjalan lancar dan menetapkan kembali Said Aqil sebagai Ketua PBNU.

“Kami juga berkomitmen untuk bersama-sama menjaga berjalannya muktamar yang teduh, damai, serta menghasilkan keputusan yang bermartabat. Kami semua sependapat bahwa PBNU masih membutuhkan dan masih menginginkan beliau sebagai pemegang estafet kepemimpinan menyongsong NU abad kedua,” ucapnya.

Bagi kami, satu dekade kepemimpinan Kiai Said Aqil Siroj dengan segenap ujian dan tantangannya, telah ditunaikan dengan luar biasa cemerlang. Langkah, sikap, dan kebijakan-kebijakan strategis NU di bawah kepemimpinan beliau sudah on the best track,” lanjut Forum Pendukung.

Selain itu, Forum Pendukung mengatakan kepemimpinan Said Aqil di periode depan sangat menentukan karena terdapat agenda strategis internal dan eksternal, nasional, dan internasional akan dituntaskan, seperti upaya penguatan manajemen dan database organisasi, PBNU telah merintis dan mulai menerapkan Sistem Pendataan secara Nasional Anggota NU melalui SispendaNU.

“PBNU juga telah menerapkan prinsip transparansi kebendaharaan yang sehat, yang terbuka jika setiap saat dibutuhkan audit publik. Menghadapi era society 5.0, PBNU, dalam kepemimpinan Kiai Said, juga telah dan terus menyiapkan diri. Antara lain melalui penguatan Perguruan Tinggi,” kata dia.

“NU secara nasional mempunyai 274 Perguruan Tinggi di bawah naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). Tapi ini belum cukup. Sejak 2014, melalui Badan Hukum Perkumpulan NU, PBNU telah melahirkan 23 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dengan memfokuskan output di tiga issue terkini, yaitu science, teknologi, dan engineering. 23 UNU ini sudah berjalan dan akan terus dikembangkan,” lanjut Forum Pendukung.

Dengan fokus pada tiga hal ini, kata dia, Said Aqil masih menargetkan, dalam waktu dekat sekurangnya satu wilayah NU akan mendirikan satu Institute Teknologi dan Sains (ITS NU). Dia menyebut keberadaan perguruan tinggi berbasis science, teknologi, dan engineering ini krusial dalam kerangka mencetak kecakapan hidup era super smart society yang serba internet of things, dan serba artificial intelligence.

“Bersama Prof. DR KH. Said Aqil Siraj, Nahdlatul Ulama sampai kapan pun akan tetap menjadi organisasi penyeimbang, baik dalam peran-peran kebangsaan, sosial, ekonomi, kemanusiaan, dan politik,” tutupnya.

Baca Lainnya

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur dan Industri Lumpuh

30 April 2026 - 18:12 WIB

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur Dan Industri Lumpuh

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis
Trending di Internasional