Menu

Mode Gelap
Jessy Wijaya, Lulusan Tercepat dan IPK Tertinggi Spesialis UGM Hadir di Hati Rakyat, TNI Bangun Jalan dan Sosialisasi di Cimanggu CBA Soroti Ketimpangan: Chiki Fawzi Dicopot, Barbarossa Hilang Kabar Tidak Cukup Bukti, Status Tersangka Haksono Santoso Dicabut Kasus Distribusi Semen, Aset PT KMM Diamankan Penyidik Jembatan Perintis Garuda, Solusi Akses Terbatas di Desa Sorongan

News

Puan : Pelonggaran Mesti Tetap Diikuti Kewajiban Prokes


					Puan : Pelonggaran Mesti Tetap Diikuti Kewajiban Prokes Perbesar

TEROPONGISTANA.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi kebijakan Pemerintah terkait pelonggaran penggunaan masker di tengah masyarakat. Masyarakat bisa melepas maskernya jika berada di ruang terbuka, namun harus diingat untuk selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan.

“Meski sudah diumumkan pelonggaran itu maka tetap akan ada kewajiban-kewajiban yang harus kita pahami dan waspadai, pelonggaran itu diikuti dengan kewajiban,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH kemarin. Kewajibannya antara lain menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Pelonggaran boleh melepas masker hanya berlaku pada ruang terbuka yang tidak padat orang. Namun jika berada di ruang tertutup, transportasi publik, dan bagi yang sedang sakit juga golongan masyarakat rentan, masih perlu memakai masker.

Baca jugaHEBAT&!! Ketua DPR RI Mendukung Dunia Menerapkan Strategi Pembangunan Hijau

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyoroti kebijakan bebas tes PCR maupun Antigen bagi pelancong dari dalam negeri. Menurut dia itu bahaya.

“Kalau untuk luar negeri kami masih sepakat untuk melakukan PCR terutama untuk negara-negara yang saat ini sedang mengalami peningkatan kasus,“ kata Masdalina, Kamis (19/5/2022).

Pembelajaran Tatap Muka
Sebelumnya, Puan juga menyampaikan bahwa pelonggaran prokes dinilai sesuai dengan kondisi yang semakin baik dan transisi dari pandemi ke endemi.

Puan juga menyampaikan, kondisi sekarang memungkinkan anak-anak dapat kembali melakukan pelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dengan tenang sehingga dapat meringankan beban anak dan orangtua yang sudah dua tahun terakhir menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kita berharap agar pemulihan learning loss di kalangan pelajar dapat segera teratasi saat Indonesia sudah berada di masa endemi,” terang Puan.

Hal senada disampaikan pengamat pendidikan Doni Koesoema. Menurutnya, kondisi pandemi yang semakin membaik itu berpengaruh pada pendidikan. Ia mengungkapkan pendidikan karakter akan sangat terbantu dengan adanya PTM.

“Dengan PTM, maka pembentukan karakter bisa lebih mudah terjadi. Dan kalau kita mengajar di kelas kan kita bisa langsung survei sekilas misal ada anak mengantuk, tapi kalau daring kan gak bisa,” tegasnya.

Doni menilai PTM tidak hanya berkaitan dengan materi pembelajaran, tetapi juga menempatkan murid sebagai manusia seutuhnya. Dalam interaksi secara langsung, pelajar akan merasa lebih dimanusiakan dan dihargai.

Baca Lainnya

Hadir di Hati Rakyat, TNI Bangun Jalan dan Sosialisasi di Cimanggu

1 Mei 2026 - 23:54 WIB

Hadir Di Hati Rakyat, Tni Bangun Jalan Dan Sosialisasi Di Cimanggu

CBA Soroti Ketimpangan: Chiki Fawzi Dicopot, Barbarossa Hilang Kabar

1 Mei 2026 - 22:48 WIB

Cba Soroti Ketimpangan: Chiki Fawzi Dicopot, Barbarossa Hilang Kabar

Jembatan Perintis Garuda, Solusi Akses Terbatas di Desa Sorongan

1 Mei 2026 - 21:22 WIB

Jembatan Perintis Garuda, Solusi Akses Terbatas Di Desa Sorongan
Trending di Daerah