Menu

Mode Gelap
Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasar Mikael Mali Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir dan Dukung Program Presiden Prabowo Dua Debt Collector Ditangkap Polisi, Usai Aniaya Anggota Brimob dan Rampas Kendaraan di Banten Usai Pencopotan, Aktivis Firza Husen Maskati Berharap Proses Hukum di BGN Berjalan Adil dan Terbuka

Internasional

Ini Dia Merk Kurma Yang Diboikot Umat Muslim Eropa Dan AS


					Keterangan Foto : Salah Satu Merk Kurma Yang Diboikot Umat Muslim Eropa Dan AS Perbesar

Keterangan Foto : Salah Satu Merk Kurma Yang Diboikot Umat Muslim Eropa Dan AS

Teropongistana.com  London –Boikot kurma Israel kini mulai gencar diserukan umat Islam di Eropa jelang Ramadhan. Dilansir dari Arab News, muslim di seluruh Eropa memutuskan mengecek label demi menghindari pembelian kurma Israel pada Ramadan tahun ini.

Israel sendiri terkenal dengan produsen kurma Medjool terbesar di dunia, 50% hasilnya diekspor ke Eropa. Kurma ini dijual di berbagai swalayan dan ruko besar di seluruh Benua Biru.

Catatan buruk Israel terhadap Palestina membuat Muslim di Eropa enggan membeli barang hasil buah tangan negara Yahudi tersebut. Tercatat sepanjang tahun ini saja, Israel telah membunuh 63 warga Palestina yang 13 diantaranya merupakan anak anak.

Baca juga : Militan Hamas Peringatkan Israel Tak Picu Konflik Selama Bulan Suci Ramadhan

Di tahun 2012, muslim AS sempat memprakarsai gerakan tersebut. Menurut AlJazeera, Muslim Amerika untuk Palestina (AMP) memprakarsai boikot nasional pertama kalinya terhadap kurma yang diproduksi Israel selama Ramadan 2012. Gerakan tersebut berlaku di wilayah New York, New Jersey, Detroit, Minnesota, Chicago, Sacramento, serta Washington DC dan Philadelphia.

Karena pemberlakuan boikot ini, ekspor kurma Israel ke AS telah turun secara signifikan sejak 2015. Dari 10,7 juta kg kurma Israel yang memasuki pasar AS pada 2015-2016, turun menjadi jadi 3,1 juta kg di tahun 2017-2018. Selain disebabkan oleh isu kemanusiaan yang dilanggar Israel, alasan lain terkait boikot ini juga disebabkan oleh penanaman kurma yang dilakukan di lahan ilegal dengan menggunakan pekerja Palestina yang digaji rendah. Mereka juga turut memperkerjakan para anak anak.

Karena beberapa alasan tersebut terdapat beberapa merek kurma Israel yang diboikot yakni: 1. Jordan River 2. King Solomon 3. Mehadrin 4. Galilee Export 5. Carmel Agrexco 6. Star Dates.(Deni/red)

Baca Lainnya

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur dan Industri Lumpuh

30 April 2026 - 18:12 WIB

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur Dan Industri Lumpuh

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis
Trending di Internasional