Menu

Mode Gelap
Kenaikan Pangkat Luar Biasa Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Sudah Tepat Ketua DPRD Kota Serang Sosialisasikan Normalisasi Saluran Sungai di Banten Lama Alun-Alun Rangkasbitung Terus Disorot, GMBI Minta Audit Anggaran Rp4,9 Miliar Veteran Pejuang Kemerdekaan Terima Bantuan Wali Kota Palembang DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang

Nasional

Komisi VIII DPR RI Kutuk Keras Aksi Penembakan di Kantor MUI


					Keterangan foto : Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori saat RDP di Jakarta, Selasa (2/5/2023) Perbesar

Keterangan foto : Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori saat RDP di Jakarta, Selasa (2/5/2023)

Teropongistana.com Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori mengutuk keras aksi penembakan yang terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat. Bukhori meminta peristiwa itu diusut sampai tuntas.

 

“Saya mengutuk tindakan penembakan terhadap kantor MUI yang tidak bertanggung jawab itu. Agar penegak hukum segera adili dan usut tuntas siapa di belakangnya,” kata Bukhori dalam keterangan kepada media, Selasa (2/5/2023).

Baca juga : Soal Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Rumah Dinas DPRD Kerinci, Begini Kata Kejati Jambi

Bukhori kemudian menganggap aksi penembakan di kantor MUI upaya menciptakan situasi dan kondisi menjadi tidak kondusif. Ia mengimbau agar publik terutama umat Islam tidak terpancing.

 

“Ini adalah upaya-upaya agar kondisi menuju 2024 semakin tidak kondusif, dan umat Islam harus semakin waspada namun tidak boleh terpancing,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

 

Sejauh ini, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin menyebut terduga pelaku penembakan di Kantor MUI telah tewas. Namun, motif hingga kronologis pasti daripada kejadian ini masih didalami. “Pelaku sudah meninggal,” kata Komarudin kepada wartawan, Selasa (2/5/2023).

 

Berdasar informasi awal, kata Komarudin, peristiwa penembakan ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kekinian penyidik tengah melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP dan memeriksa saksi-saksi.

 

“Nanti kalau sudah dapat identitas pelaku latar belakang dan sebagainya, modus dan sebagainya nanti kami rilis,” katanya.  (Jum)

Baca Lainnya

Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang

11 Januari 2026 - 10:13 WIB

Matahukum : Data Di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah Kpk Terkait Kasus Tambang

PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Ppbn Ri–Lvri Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Mandek, Kompas-R Ultimatum Kementerian Pu Soal Proyek Rp9,6 Miliar
Trending di Nasional