Menu

Mode Gelap
Diduga Bikin Video Provokatif, Seorang Pria Diamankan Polsek Mauk Hampir 2 Meter Kabel Sinyal Hilang, Operasional KA Kembali Normal Usai Diperbaiki Ekosistem Belum Siap, Relawan Logis 08 Minta Danantara Tunda Investasi Ayam Rp20 Triliun Jerry Massie Soroti Ancaman Spionase China terhadap Amerika Serikat Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2KB SOKSI Marak Kecelakaan Kerja SPPG, Komite Pemantau MBG Desak BGN dan Kemenaker Diaudit

Internasional

Mendag Zulkifli Hasan: Potensi Transaksi USD 350 Juta


					Keterangan Poto: Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Amerika Serikat (AS) Kamis (25/5) di Detroit, AS. Perbesar

Keterangan Poto: Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Amerika Serikat (AS) Kamis (25/5) di Detroit, AS.

Teropongistana.com

Amerika Serikat– Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan peralatatan dapur elektrik Indonesia dan Amerika Serikat (AS) hari ini, Kamis (25/5) di Detroit, AS.

Penandatanganan dilakukan antara perusahaan manufaktur PT Borine Technology Indonesia yang berbasis di Kendal, Jawa Tengah dan Hamilton
Beach, AS dengan nilai MoU pembelian produk PT Borine Technology Indonesia oleh Hamilton Beach mencapai USD 50 juta atau 748,95 miliar rupiah untuk tahun 2023.

Mendag Zulkifli Hasan mengapresiasi terwujudnya MoU tersebut. Ia juga mengungkapkan, MoU PT Borine Technology Indonesia dengan Hamilton Beach ini dapat menjadi gerbang pembuka kerja sama Hamilton Beach yang lebih besar lagi dengan perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.

Hal tersebut lantaran Hamilton Beach sedang menjajaki peluang pemindahan hub manufaktur Hamilton Beach dari Tiongkok ke Indonesia. Kerja sama tersebut berpeluang akan menghasilkan potensi transaksi sebesar USD 350 juta per tahun atau setara dengan 5,24 triliun rupiah.

“Kami mendukung penuh upaya-upaya produsen dan eksportir Indonesia untuk menembus pasar global. Untuk itu, kami mengapresiasi upaya kerja sama yang dijalin PT Borine Technology Indonesia dengan Hamilton Beach Brand. Kami harapkan kontribusi signifikan bagi ekspor Indonesia ke AS di bidang peralatan dapur melalui kerja sama ini,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

MoU ini terjalin melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago. Sejak 2021, ITPC Chicago telah memfasilitasi Hamilton Beach dalam mencari produsen peralatan dapur elektrik di Indonesia. Kepala ITPC Chicago Iska Huberta Sinurat menyampaikan, Hamilton Beach memilih perusahaan Indonesia sebagai mitra karena percaya dengan kapasitas produksi dari Indonesia.

“Hamilton Beach telah melakukan kunjungan ke beberapa produsen peralatan dapur elektrik di Indonesia pada Februari 2023.

Dari hasil kunjungan tersebut, terjalin MoU senilai USD 50 juta yang kita saksikan saat ini. MoU ini akan kami tindak lanjuti untuk memastikan rencana jangka panjang Hamilton Beach dapat terlaksana di Indonesia,” ungkap Iska.

Penandatanganan dilakukan di sela-sela rangkaian pertemuan para menteri perdagangan kerja sama ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible for Trade/APEC MRC) pada 25–26 Mei 2023.

Pertemuan dengan CEO Hamilton Beach Setelah menyaksikan penandatanganan MoU antara kedua perusahaan, Mendag Zulkifli Hasan melanjutkan agenda dengan bertemu Chief Executive Officer Hamilton Beach Gregory H. Trepp.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan RI bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lainnya di Indonesia untuk mendukung upaya-upaya kerja sama antarpelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang mereka dari negara lain, termasuk AS.

“Kami juga mendukung penuh kemitraan publik dan swasta dalam kerja sama dengan mitra kerjanya di luar negeri seperti Borine dengan Hamilton Beach,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan juga berharap Hamilton Beach dapat membantu melobi kongres AS agar Indonesia mendapatkan perpanjangan Generalized System of Preferences (GSP). Sementara itu, CEO Hamilton Beach Gregory H. Trepp menyampaikan komitmennya untuk
membangun kerja sama yang lebih erat lagi dengan menjajaki rencana membangun hub di Indonesia.

“Kami mengharapkan Indonesia sebagai hub utama baru kami di masa depan. Transaksi USD 50 juta yang telah terwujud saat ini baru sebagai target tahunan.

Target ini perlu didukung investasi
awal seperti fasilitas, peralatan, permesinan, dan infrastruktur. Transaksi USD 50 juta perlu didukung dengan nilai yang lebih banyak melalui berbagai investasi lainnya,” kata Gregory.

Hamilton Beach merupakan perusahaan peralatan dapur elektrik dengan pangsa pasar di AS sebesar 20 persen. Perusahaan tersebut mengimpor produk-produknya dari Tiongkok senilai USD 350 juta setiap tahunnya.

Baca Lainnya

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur dan Industri Lumpuh

30 April 2026 - 18:12 WIB

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur Dan Industri Lumpuh

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis
Trending di Internasional