Menu

Mode Gelap
Gugatan Batas Usia KPU dan Bawaslu RI, Kuasa Hukum Minta Tambahkan Syarat Alternatif Gerindra: Perombakan Pimpinan BGN Bukti Prabowo Perbaiki Tata Kelola MBG Dadan Dicopot dan Ditahan, Dugaan Markup Printer HP BGN Kembali Terungkap David Pajung: Prabowo Lebih Utamakan Rakyat Daripada Lindungi Pejabat Korup ​ Kejagung Tetapkan 3 Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi, Terkait Penyimpangan MBG Zulhamedy Syamsi: Perombakan Total BGN Langkah Tepat Prabowo Pulihkan Kepercayaan

News

Bahlil Lahadalia Dianggap Membahayakan Kabinet, Disebut Calon Kuat Menteri Pertama yang Direshuffle


					Foto (Bahlil Lahadalia). Perbesar

Foto (Bahlil Lahadalia).

Teropongistana.com Jakarta – Isu reshuffle kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali mengemuka. Sejumlah menteri dikritik atas kinerja dan komunikasi yang dinilai tidak memadai, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk digeser pertama kali dari Kabinet Merah Putih, 25 Mei 2025.

Pengamat politik Rocky Gerung menjadi salah satu pihak yang paling vokal mendesak reshuffle. Dalam forum Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998 di Jakarta, Rabu (21/5), Rocky menilai banyak menteri dalam kabinet saat ini lebih mementingkan kepentingan politik dan ekonomi pribadi dibandingkan kinerja profesional.

“Harus ada reshuffle. Lumpuhkan kabinet, isi dengan energi baru,” ujar Rocky. Ia menyebut menteri-menteri yang kecewa karena tak lagi leluasa mengakses APBN sebagai hambatan bagi reformasi birokrasi. “Mereka tidak akan mengundurkan diri karena kepentingan mereka terlalu besar. Ini momentum Presiden untuk memulai era baru,” tambahnya.

Bahlil Bungkam Soal Reshuffle, Bela Jokowi

Menanggapi pernyataan Rocky, Bahlil Lahadalia memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menyatakan bahwa urusan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Namun di kesempatan lain, Bahlil justru tampil membela Presiden Joko Widodo dalam isu tudingan ijazah palsu yang kembali mencuat.

“Menurut saya ini sudah keterlaluan. Seolah-olah tidak ada isu lain. Saya tidak percaya sama sekali dengan tuduhan itu,” tegas Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (23/5).

Manuver Politik Bahlil Tuai Sorotan

Kritik terhadap Bahlil tidak hanya datang dari luar pemerintahan. Seorang kader muda Partai Golkar mengungkap bahwa Bahlil—yang kini menjabat Ketua Umum Golkar—sedang mengonsolidasikan penuh struktur partai di tingkat provinsi. Semua penunjukan ketua DPD di daerah disebut harus melalui persetujuan langsung dari Bahlil.

Menurut sumber itu, Bahlil juga membuka jalan politik untuk Gibran maju sebagai calon presiden 2029. Operasi politik ini diduga diarahkan oleh “raja Jawa,” istilah yang merujuk pada mantan Presiden Joko Widodo, yang juga disebut sebagai mentor politik Bahlil.

“Bahlil dikenal pintar melakukan manuver politik. Dia sering bertindak di luar komando Presiden Prabowo. Patut diwaspadai karena loyalitasnya lebih ke Jokowi, yang membesarkannya secara politik,” ujar sumber tersebut.

Potensi Konflik Internal Kabinet

Kedekatan Bahlil dengan Jokowi serta manuver politiknya yang agresif memunculkan kekhawatiran soal potensi konflik kepentingan di tubuh pemerintahan. Jika reshuffle dilakukan dalam waktu dekat, pengamat memprediksi Bahlil menjadi salah satu nama pertama yang akan digeser demi menjaga soliditas dan kontrol penuh Presiden Prabowo terhadap kabinetnya.

Baca Lainnya

TNI Bantu Polri Tangani Begal, Anton Suratto: Tetap Berjalan Sesuai Koridor Hukum

1 Juni 2026 - 20:08 WIB

Tni Bantu Polri Tangani Begal, Anton Suratto: Tetap Berjalan Sesuai Koridor Hukum

Tak Cuma Bayar Denda, DPR Desak Perusahaan Sawit Nakal Diseret ke Pengadilan

1 Juni 2026 - 00:12 WIB

Baleg Dpr Ri,Komisi Viii,Arif Rahman,Dana Haji

Kuota Sekolah Negeri Penuh, Gubernur Banten Pastikan Akses Pendidikan Tetap Terbuka

1 Juni 2026 - 00:02 WIB

Andra Soni Jelang Debat Perdana Pilgub Banten: Dari Doa Keluarga, Orang Tua Dan Ulama
Trending di Daerah