Menu

Mode Gelap
Dugaan Pemalsuan Dokumen, Korban Pailit Laporkan Tim Kurator ke Polisi Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar

News

Isu Munaslub Kembali Berembus, Bahlil dan Sarmuji Dinilai Ugal-ugalan


					Foto Sekjen Golkar Muhamad Sarmuji Media Center Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/5). Perbesar

Foto Sekjen Golkar Muhamad Sarmuji Media Center Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/5).

Teropongistana.com Jakarta  – Isu mengenai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kembali berembus kencang di internal Partai Golkar. Namun, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji dengan tegas membantah adanya wacana tersebut, 29 Mei 2025.

“Kalau di internal Golkar, tidak ada isu Munaslub. Itu sama sekali tidak ada,” ujar Sarmuji usai peresmian Media Center Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/5).

Meskipun demikian, sejumlah suara dari kalangan kader muda Partai Golkar menyampaikan hal berbeda. Salah satu kader muda berinisial X menyebut bahwa isu Munaslub justru menguat akibat ketidakpuasan terhadap kepemimpinan elit DPP saat ini, terutama Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekjen Sarmuji.

“Kami menilai banyak ketidakadilan yang terjadi. Aspirasi kader-kader di bawah sering kali diabaikan bahkan ‘diamputasi’ oleh DPP,” ujar X.

Ia juga menyoroti bahwa Golkar yang dikenal sebagai partai terbuka kini berubah drastis. “Golkar seperti menjadi milik kelompok tertentu, dalam hal ini Bahlil dan grupnya. Kader-kader di daerah sudah geram dan mendorong agar Munaslub segera digelar,” tegasnya.

Kritik juga muncul terkait pemilihan ketua DPD Partai Golkar di berbagai provinsi. Kader tersebut menyebut bahwa jika hasil pemilihan tidak sesuai dengan kehendak pimpinan pusat, maka prosesnya dihentikan atau kader yang tidak sejalan ‘dilumpuhkan’.

“Ini sungguh memprihatinkan. Partai yang seharusnya menjunjung tinggi demokrasi internal kini dikendalikan oleh segelintir orang,” katanya lagi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia terkait tudingan tersebut. Situasi internal Golkar pun diperkirakan akan terus memanas menjelang agenda strategis nasional ke depan.

Baca Lainnya

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Korban Pailit Laporkan Tim Kurator ke Polisi

17 April 2026 - 10:13 WIB

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Korban Pailit Laporkan Tim Kurator Ke Polisi

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI

16 April 2026 - 19:22 WIB

Naikkan Daya Saing, Cima Upayakan Kesejahteraan Pelaut Ri
Trending di Nasional