Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

Nasional

Awas Jangan Melempem, Satgas PKH Diminta Usut Biang Kerok Banjir Bandang di Sumut


					Keterangan foto: Satgas PKH saat melakukan penertiban beberapa hari yang lalu, Kamis (30/10/2025/Sumber Foto Mukhsin Nasir) Perbesar

Keterangan foto: Satgas PKH saat melakukan penertiban beberapa hari yang lalu, Kamis (30/10/2025/Sumber Foto Mukhsin Nasir)

Teropongistana.com Jakarta – Relawan Tim 08 Prabowo Gibran mendukung langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk mengusut biang kerok terhadap penyebab bencana banjir dan longsor yang menimpa Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Kejadian bencana tersebut terjadi pada 25 November 2025 kemarin yang menelan ratusan orang dan masih banyak korban jiwa belum ditemukan dalam proses pencarian.

“Negara tidak tinggal diam, akan melakukan fungsi hukum terhadap apa yang mengakibatkan bencana kemarin. Kami mendukung langkah satgas PKH untuk menindak pelanggaran perusakan hutan di wilayah kawasan bencana alam di Sumut, Sumbar dan Aceh tanpa pandang bulu dan tebang pilih,” kata Wakil koordinator tim 8 prabowo gibran Abdul Havid Permana lewat pernyataanya, Jumat (12/12/2025(

Terkait bencana yang terjadi di tiga daerah tersebut, Havid menyebut Satgas PKH juga melakukan investigasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Kata Havid, Tim 08 Prabowo – Gibran menekankan menertibkan kawasan hutan adalah hal yang penting. Menurutnya, bencana besar di Sumatera, Aceh, Sumbar akibat pengelolaan alam yang serampangan.

“Bencana yang membuat air mata bercucuran, justru karena potensi kekayaan alam kita dikelola secara serampangan, mengakibatkan kerugian yang besar. salah satu kelebihan Satgas PKH ini adalah memiliki lintas koordinasi yang mudah, cepat, dan bisa segera dilakukan,” ucap Havid.

Menurut Havid, Perpres 5 tahun 2025 harus dijalankan karena itu perintah presiden prabowo untuk menyelamatkan rakyat dengan alamnya dari kerusakan yang menimbukan bencana alam. Dalam koordinasi lintas itu mencakup jajaran otoritas kehutanan dan lingkungan, BPKP, Polri, dan Kejaksaan.
“Sudah seharusnya fungsi hutan harus dikembalikan sebagaimana mestinya utk keberlangsungan hidup anak cucu kita kedepan,” ujar Havid.

Untuk diketahui, banjir bandang dan longsor di Sumatera memakan ratusan korban. Banjir juga dipenuhi kayu gelondongan yang diduga akibat pembalakan liar. Hingga kini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah menyegel 7 subyek hukum yang diduga merusak hutan dan menyebabkan banjir di Sumatera

Menurut Raja Juli, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kelestarian hutan dan menindak pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran.

“Dengan penyegelan kali ini sudah ada 7 subyek hukum yang disegel. Masih ada 5 subyek hukum lainnya yang teridentifikasi dan akan kami lakukan pendalaman. Bila terbukti melakukan pelanggaran, kami tidak segan akan langsung segel,” tutupnya.

Baca Lainnya

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu

8 Juli 2026 - 07:36 WIB

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu
Trending di Nasional