Menu

Mode Gelap
Tiang Wifi Menjamur Tanpa Izin, Fiber Net Dilaporkan ke Polda Banten AS dan Iran Disebut Hampir Capai Kesepakatan, DPR: Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia Hadir di Tanah Adat, Bulog Pastikan Pangan Tersedia Jelang Tradisi Mangkir 3 kali Panggilan,Terpidana Pencucian Uang Akhirnya Ditangkap Kajari Jakpus Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya Front Mahasiswa Anti Korupsi Desak KPK Periksa Wali Kota Samarinda Terkait Anomali Anggaran Mobil Dinas

Nasional

AS dan Iran Disebut Hampir Capai Kesepakatan, DPR: Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia


					Keterangan foto: Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono. Perbesar

Keterangan foto: Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono.

Teropongistana.com Jakarta – Sinyal positif terkait potensi kesepakatan damai antara Donald Trump dan Iran mendapat respons dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyambut baik perkembangan tersebut.

“Setiap sinyal positif menuju perdamaian di kawasan Timur Tengah patut diapresiasi, karena stabilitas kawasan tersebut memiliki dampak strategis bagi keamanan dan perekonomian global, termasuk bagi Indonesia,” kata Dave kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Dave menilai Indonesia memiliki peluang untuk berperan sebagai jembatan komunikasi, mengingat rekam jejak panjang diplomasi bebas aktif serta komitmen terhadap perdamaian dunia. Peran itu dapat diwujudkan melalui penguatan diplomasi multilateral, dukungan terhadap inisiatif perdamaian di forum internasional, serta mendorong dialog yang inklusif.

Ia menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap menjadi wadah utama dalam memastikan proses perdamaian berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan memiliki legitimasi global.

“Dalam konteks ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap menjadi wadah utama untuk memastikan proses perdamaian berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan menjamin legitimasi global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dave menyebut pemerintah perlu memperkuat koordinasi dengan mitra strategis, baik di tingkat regional maupun global. Selain itu, Indonesia juga harus konsisten dalam menyerukan penghentian ketegangan dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

“Indonesia juga dapat menawarkan pengalaman sebagai negara dengan mayoritas Muslim yang menjunjung tinggi nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian, sekaligus berkontribusi aktif dalam forum PBB untuk mendorong terciptanya solusi yang berkelanjutan,” katanya.

Komisi I DPR, lanjut Dave, optimistis bahwa pendekatan diplomasi konstruktif serta dukungan komunitas internasional melalui PBB dapat mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan.

“Perdamaian bukan hanya kepentingan satu kawasan, melainkan kepentingan umat manusia secara keseluruhan,” tegasnya.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran sudah “sangat dekat” mencapai kesepakatan damai. Ia juga membuka kemungkinan untuk menghadiri penandatanganan kesepakatan tersebut di Islamabad, Pakistan.

“Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” kata Trump, seperti dilaporkan AFP dan Al Arabiya, Jumat (17/4/2026).

Trump menambahkan bahwa Teheran telah menyetujui sejumlah poin penting, termasuk terkait program nuklirnya.

“Kita harus memastikan bahwa Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir. Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka telah menyetujui hampir semuanya, jadi mungkin jika mereka bisa duduk di meja perundingan, akan ada perbedaan,” ujarnya.

Saat ditanya kemungkinan menghadiri penandatanganan kesepakatan di Pakistan, Trump menjawab: “Saya mungkin akan pergi, ya.” Ia menambahkan, “Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi.”

Baca Lainnya

Mangkir 3 kali Panggilan,Terpidana Pencucian Uang Akhirnya Ditangkap Kajari Jakpus

17 April 2026 - 23:08 WIB

Mangkir 3 Kali Panggilan,Terpidana Pencucian Uang Akhirnya Ditangkap Kajari Jakpus

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Korban Pailit Laporkan Tim Kurator ke Polisi

17 April 2026 - 10:13 WIB

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Korban Pailit Laporkan Tim Kurator Ke Polisi

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama
Trending di Hukum