Menu

Mode Gelap
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu Diduga Nikmati Rp958 Miliar dari Skandal Impor BBM, GSBK Desak Kejagung Panggil Bos United Tractors dan Pamapersada Aksi Diduga Arogan Anggota DPRD DKI Kenneth Tuai Kecaman, Formappi Desak BK Lakukan Pemeriksaan Dukung Pengawasan Pemerintah, PT Kristalin Ekalestari Patuhi Aturan Hukum Berlaku

News

NARAPIDANA POLRES EMPAT LAWANG DIPAKSA UNTUK MENGAKUI KASUS PEMBUNUHAN SEORANG TAHANAN

Berita KriminalBERITA KRIMINAL

Salah satu napi Dipaksa Untuk Mengakui Pelaku Pengeroyok Tahanan Yang Meninggal Dunia. Keluarga Dora Tuntut Keadilan

Palembang(Sumsel)– Di puncak hari ulang tahun bhayangkara ke 76 tahun yang jatuh pada Jum,at 1 Juli 2022, Polres Empat Lawang mendapatkan kado istimewah dari masyarakat Kabupaten Empat Sumatra Selatan sangat terkejut dengan
Kado istimewah dari orang tua salah satu tahanan itu adalah salah satu keluarga tersangka (Dora Aliansyah) yang diduga dikambing hitamkan oleh anggota polres Empat Lawang, dengan menjadikan Dora Aliansyah sebagai tersangka kasus pengeroyokan/penganiayaan terhadap Ari Putra yang menyebabkan korban meninggal dunia didalam tahanan polres empat lawang menuntut keadilan.

Sopyan, ayah tersangka Dora menuntut keadilan, karena menurutnya dia anaknya tidak pernah melakukan penganiayaan terhadap Ari. Namun kata Sopyan sebaliknya Dora Aliansyah dipaksa oleh beberapa anggota atau beberapa oknum polisi untuk mengakui bahwa yang menganiayaan korban (Ari) itu adalah anaknya dora dan 2 teman tahanan lainnya.untuk mengakui semua yg di lakukan oleh oknum anggota polres itu,terhadap(Ari)tewas dalam jeruji besi polres empat Lawang beberapa waktu lalu

Kami minta kapolda dan kapolri untuk mengusut tuntas permasalahan ini.karna Kami sangat kecewa sama oknum anggota polres yg melakukan nya.lalu mengambing hitamkan anak kami maka dari itu kami minta keadilan. Anak saya itu dipaksa untuk mengakui perbuatan yang dilakukan oleh beberapa oknum polisi, anak saya tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh polisi itu, Ungkapnya. Jum’at (1/7/22).

Narapidana Polres Empat Lawang Dipaksa Untuk Mengakui Kasus Pembunuhan Seorang Tahanan

Ditambahkan ibu Dora, Susilawati mengungkapkan,kenapa harus seperti itu menggapa oknum anggota polisi itu tega melakukan nya apakah semua tahanan harus mereka siksa,dan menggapa anak kami yg dijadikan menggambing hitamkan anak saya menyakini bahwa Anaknya (Dora) tidak melakukan apa yang dituduhkan pada dora,
Anak saya pernah menelepon saya bahwa dia sudah dipaksa oknum polisi untuk mengakui kalau tidak menuruti paksaan oknum polisi itu anak saya diancam akan dipukuli,atau akan dianiaya.apakah pantas anggota penegak hukum berbuat keji seperti ini seperti telah terjadi terhadap korban penganiyaan (Ari)lalu untuk menutupi kejahatan yang dilakukan beberapa oknum polisi itu.harus mengambing hitamkan orang yang tidak melakukan nya apakah harus seperti itu.dimana letak hati nurani mereka para pelaku kejahatan ,, Ungkap Susilawati

Diketahui, bahwa keluarga korban (Ari dan Bayu) telah melaporkan belasan oknum polisi polres Empat Lawang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Ari ke Polda Sumsel.
Keluarga korban didampingi kuasa hukum David Sanaki, S.H, menegaskan, laporan ke Propam Polda Sumsel ini tentang pembunuhan. Karena tadi tidak ada surat penangkapan, bahkan keluarga baru tahu Ari meninggal dari orang lain, bukan dari pihak kepolisian, beber David.

Selain itu, David juga membeberkan fakta bahwa tewasnya Ari diduga adanya keterlibatan oknum Satreskrim Polres, Empat Lawang.
Untuk sementara ada 11 oknum dengan 3 pelaku utamanya. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih. Karena kami juga ada saksi, yakni Bayu Anggara yang saat ini sudah dilepaskan setelah pihak keluarga melakukan demo ke Polres karena saat itu tidak ada surat penangkapan,(Mardhani)

Baca Lainnya

Harapan Menjadi Luka: Sengkarut Abang None Cilik 2026 yang Belum Ramah Anak

3 Juli 2026 - 22:14 WIB

Harapan Menjadi Luka: Sengkarut Abang None Cilik 2026 Yang Belum Ramah Anak

Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Banpang Lebih Cepat dari Jadwal

2 Juli 2026 - 15:23 WIB

Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Banpang Lebih Cepat Dari Jadwal

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 di Babak Pertama

30 Juni 2026 - 01:01 WIB

Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 Di Babak Pertama
Trending di Headline