Menu

Mode Gelap
Sorotan Publik Menguat, Titik Lokasi SPPG Patia–Ciawi Diduga Berpindah Tanpa Penjelasan CBA: Rupiah Berpotensi Terus Melemah Usai Juni, Perry Warjiyo Diminta Siap Mundur Akun Facebook Rachel Rachel Dilaporkan ke Polres Malang Terkait Unggahan Video Silmy Karim dan Tujuh Pejabat Imigrasi Ditahan, Terkait Hasil OTT KPK Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasar Mikael Mali Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir dan Dukung Program Presiden Prabowo

Daerah

Revitriyoso Husodo Apresiasi Langkah Pertamina Turunkan Harga BBM


					Foto-Red Perbesar

Foto-Red

Teropongistana.com Jakarta – Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08), Revrityoso Husodo, mengapresiasi langkah PT Pertamina (Persero) dalam menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada Minggu, 1 Juni 2025. Ia menilai kebijakan ini sebagai bentuk nyata komitmen Pertamina dalam memperbaiki diri dan membangun kembali kepercayaan publik, 2 Juni 2025.

“Ini bukti Pertamina hadir untuk masyarakat dan berkomitmen membangun kembali kepercayaan publik,” ujar Revrityoso dalam keterangan tertulisnya.

Penyesuaian harga BBM ini dinilai selaras dengan kampanye Gerakan Selamatkan Pertamina atau Save Pertamina, yang sebelumnya digaungkan oleh berbagai elemen masyarakat. Selain itu, kebijakan ini mengikuti regulasi pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai revisi atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Harga BBM Non-Subsidi di Wilayah DKI Jakarta per 1 Juni 2025:

Pertamax (RON 92): Rp12.100/liter (turun dari Rp12.400), Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.050/liter (turun dari Rp13.300), Pertamax Green (RON 95): Rp12.800/liter (turun dari Rp13.150), Dexlite (CN 51): Rp12.740/liter (turun dari Rp13.350), Pertamina Dex (CN 53): Rp13.200/liter (turun dari Rp13.750), Pertamax di Pertashop: Rp12.000/liter

Sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap tidak mengalami perubahan.

Langkah ini disambut baik oleh pelaku industri kreatif, yang sangat mengandalkan efisiensi biaya dan mobilitas dalam operasional harian mereka. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas serta pemulihan ekonomi sektor kreatif.

Baca Lainnya

Sorotan Publik Menguat, Titik Lokasi SPPG Patia–Ciawi Diduga Berpindah Tanpa Penjelasan

4 Juni 2026 - 23:51 WIB

Sorotan Publik Menguat, Titik Lokasi Sppg Patia–Ciawi Diduga Berpindah Tanpa Penjelasan

Sejalan dengan Dasco, DPRD Banten Nilai Pergantian Pimpinan BGN Momentum Perkuat Kinerja

3 Juni 2026 - 09:12 WIB

Sejalan Dengan Dasco, Dprd Banten Nilai Pergantian Pimpinan Bgn Momentum Perkuat Kinerja

Kejati Papua Lantik Kajari Yapen dan Rizal Ramdhani, Ini Arahan Kajati

2 Juni 2026 - 22:15 WIB

Kejati Papua Lantik Kajari Yapen Dan Rizal Ramdhani, Ini Arahan Kajati
Trending di Daerah