Menu

Mode Gelap
Hampir 2 Meter Kabel Sinyal Hilang, Operasional KA Kembali Normal Usai Diperbaiki Ekosistem Belum Siap, Relawan Logis 08 Minta Danantara Tunda Investasi Ayam Rp20 Triliun Jerry Massie Soroti Ancaman Spionase China terhadap Amerika Serikat Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2KB SOKSI Marak Kecelakaan Kerja SPPG, Komite Pemantau MBG Desak BGN dan Kemenaker Diaudit Usai Sita Kontainer di Semarang, CBA: KPK Wajib Periksa Dirjen Bea Cukai

Daerah

Ayep Zaki Tekankan Profesionalisme dalam Pengelolaan BUMD dan BLUD


					Walikota Sukabumi Ayep Zaki. Perbesar

Walikota Sukabumi Ayep Zaki.

Teropongistana.com Sukabumi – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) harus dilakukan dengan profesional serta menerapkan strategi bisnis yang tepat sasaran.

“Karena bisnis harus tumbuh dan menguntungkan, maka perlu menggunakan konsep bisnis dengan rumus tiga P, yakni Port Polio Business, People Development, dan Public Contribution,” ungkap Ayep Zaki dalam keterangannya, Kamis (4/9).

Pernyataan tersebut menanggapi kondisi sejumlah BUMD dan BLUD di Kota Sukabumi yang masih mengalami kerugian. Menurut Ayep, keberadaan BUMD dan BLUD seharusnya memberikan keuntungan bagi daerah, bukan justru menjadi beban.

Ayep menjelaskan, Port Polio Business merupakan arah dan ekspansi bisnis agar perusahaan daerah mampu berkembang secara profesional dan menguntungkan. Sementara itu, People Development menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia dan organisasi, terutama BLUD seperti rumah sakit, untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Adapun Public Contribution adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, yang bertujuan menciptakan keseimbangan antara profit, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan,” jelas Ayep. Ia mencontohkan CSR bisa diwujudkan dalam bentuk iuran BPJS, program pengentasan stunting, hingga bedah rumah.

Lebih lanjut, Ayep memaparkan strategi penguatan dengan konsep 3-Winning, yaitu Winning System, Winning Team, dan Winning Concept. Menurutnya, sistem yang baik, tim yang solid, serta konsep yang matang akan menjadi fondasi kokoh bagi BUMD dan BLUD.

Selain itu, Ayep juga menekankan penerapan metode PDCA (Plan, Do, Check, Act) dalam manajemen bisnis. Perencanaan dilakukan dengan target terukur berbasis KPI, pelaksanaan mengacu pada rencana, hasil dibandingkan dengan target, lalu dilakukan evaluasi menggunakan metode PICA (Problem Identification and Corrective Action) dan analisis 5M (Man, Method, Machine, Material, Money).

“Tahap terakhir adalah Action, yaitu tindak lanjut yang dijadikan standar, sehingga siklus PDCA akan bergulir menjadi SDCA (Standard, Do, Check, Action),” terang Ayep.

Ia berharap strategi ini mampu mengubah kondisi BUMD dan BLUD yang selama ini “rapor merah” menjadi sehat dan menguntungkan, sehingga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Sukabumi sebagai pemegang kepentingan utama.

Baca Lainnya

Hampir 2 Meter Kabel Sinyal Hilang, Operasional KA Kembali Normal Usai Diperbaiki

17 Mei 2026 - 19:20 WIB

Hampir 2 Meter Kabel Sinyal Hilang, Operasional Ka Kembali Normal Usai Diperbaiki

KITA Banten Seret Dugaan Korupsi Dana KDMP Pandeglang ke Kejagung

17 Mei 2026 - 14:13 WIB

Kita Banten Seret Dugaan Korupsi Dana Kdmp Pandeglang Ke Kejagung

Dipimpin Presiden Secara Virtual, Polresta Tangerang Tambah Garda Depan Ketahanan Pangan Lewat SPPG

16 Mei 2026 - 22:42 WIB

Dipimpin Presiden Secara Virtual, Polresta Tangerang Tambah Garda Depan Ketahanan Pangan Lewat Sppg
Trending di Daerah