Teropongistana.com Sumut – Upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap dalam membaca Al-Qur’an, namun juga memiliki karakter Islami yang kuat, terus dilakukan berbagai pihak. Kali ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari mahasiswa Program Doktor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar program strategis bertajuk “Penguatan Literasi Qur’ani dan Karakter Islami Berbasis Komunitas” di Rumah Peradaban Spirit Nabawiyah Community (SNC) Fannaz, Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 03 Mei 2026 ini dipimpin oleh dua mahasiswa doktoral, yaitu Mavianti (20251052011005) dan Nurul Zahriani JF (20251052011008), di bawah bimbingan langsung Prof. Dr. Abdul Haris. Kegiatan ini masuk dalam jadwal rutin Rumah Peradaban SNC Fannaz yang biasa mengaktifkan kegiatan keagamaan dan sosial pada setiap akhir pekan, Sabtu dan Ahad.
Mengusung metode diskusi mendalam atau Focus Group Discussion (FGD), kegiatan ini melibatkan pengelola utama sekaligus narasumber kunci di lokasi, yaitu Ibu Utami Putri Nasution, A.Md. Par. Bersama tim PKM, diskusi berjalan hangat dan mendalam, secara khusus membahas strategi efektif dalam memperkuat pemahaman Al-Qur’an serta pembentukan akhlak mulia bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.
Dalam sesi diskusi, Utami Putri Nasution menegaskan pandangan baru mengenai makna literasi di wilayah Sei Mencirim. Menurutnya, literasi tidak boleh lagi dipahami semata sebagai aktivitas membaca dan menulis secara konvensional.
“Literasi di wilayah Sei Mencirim bukan sekadar aktivitas membaca buku tradisional, melainkan sebuah ruang inkubasi dan oase sosial. Di sini, literasi menjadi wadah utama untuk membangun karakter anak-anak sekaligus memberdayakan potensi masyarakat setempat agar tumbuh bersama dalam nilai-nilai keislaman,” tegas Utami saat memaparkan visi dan misi SNC Fannaz.
Interaksi antara tim akademisi UMM dan pengelola komunitas ini melahirkan hasil yang nyata dan bermanfaat secara langsung. Salah satu luaran konkret dari kolaborasi ini adalah tersusunnya Buku Penghubung. Media ini dirancang khusus sebagai jembatan komunikasi dan instrumen evaluasi antara pengelola Rumah Peradaban Fannaz dengan orang tua peserta didik. Melalui buku ini, orang tua dapat secara aktif memantau perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman agama, serta pembentukan karakter Islami yang sedang ditanamkan kepada putra-putri mereka.
Tim PKM Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan harapan besarnya agar program ini tidak berhenti pada satu kali kegiatan, melainkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan dapat ditiru di tempat lain.
Kehadiran para mahasiswa doktoral ini menjadi bukti nyata sinergi positif antara dunia perguruan tinggi dan komunitas akar rumput. Kolaborasi ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat, serta secara konsisten melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga kokoh dalam karakter dan akhlak Islami.









