Menu

Mode Gelap
Dituduh Kabur Lewat Pintu Belakang, Ketum PB PMII Digeruduk Massa Kader Maluku Jadi Keluhan Publik, CBA Desak BPK dan Kejagung Periksa Pengelola Parkir Kemenaker Hingga Proses Penunjukannya Sikap Tegas Pengawas Disnaker Sumut Tak Publikasi Hasil Investigasi Aduan Komite Pemantau MBG Soal Kecelakan Kerja di Langkat Harga Melonjak Rp48,5 Juta per Unit, Dugaan Mark Up Kendaraan Operasional Sekolah Rakyat Disorot Tajam Kemenangan Tukang Ojek, Gubernur Banten Tegaskan Tanggung Jawab Penuh Atas Infrastruktur Wacana Pungutan di Selat Malaka Dikritik, Dinilai Salah Tafsir UNCLOS

Hukum

Terdakwa Korupsi PDAM Kota Makasar Gagal Hadirkan Ahli


					Keterangan foto : Kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana PDAM Kota Makassar untuk pembayaran tantiem dan bonus / jasa produksi 2017-2019 dengan terdakwa Haris Yasin Limpo, Selasa (4/7/2023) Perbesar

Keterangan foto : Kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana PDAM Kota Makassar untuk pembayaran tantiem dan bonus / jasa produksi 2017-2019 dengan terdakwa Haris Yasin Limpo, Selasa (4/7/2023)

Teropongistana.com Sulteng – Kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana PDAM Kota Makassar untuk pembayaran tantiem dan bonus / jasa produksi 2017-2019 dengan terdakwa Haris Yasin Limpo dan Irawan Abadi kembali disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas I Makassar, Senin, 3 Juli 20023.

Adapun sidang lanjutan ini memasuki agenda mendengarkan keterangan ahli dengan menghadirkan dua terdakwa Haris Yasin Limpo dan Irawan Abadi.

Sedianya, sidang ini berlangsung namun terpaksa ditunda karena terdakwa melalui Penasihat Hukumnya menyatakan hari ini belum dapat menghadirkan Ahli sehingga Ketua Majelis Hakim menunda persidangan dengan memberikan sekali lagi kesempatan kepada Terdakwa untuk menghadirkan Ahlinya yang diagendakan pada Persidangan berikutnya pekan depan yakni Senin 10 Juli 2023.

Bahwa Penuntut Umum dalam surat dakwaan menyatakan Terdakwa H. Haris Yasin Limpo dan Terdakwa Irawan Abadi telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar Untuk Pembayaran Tantiem Dan Bonus/Jasa Produksi Tahun 2017 Sampai Dengan Tahun 2019.

Premi Asuransi Dwiguna Jabatan Walikota Dan Wakil Walikota Tahun 2016 Sampai Dengan Tahun 2019 dengan dakwaan Primair Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-undang RI Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP, Subsidiair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Perbuatan para Terdakwa yang telah menginisiasi penggunaan Dana PDAM Kota Makassar untuk Pembayaran Tantiem DAN Bonus/Jasa Produksi Tahun 2017 S.D Tahun 2019 DAN Premi Asuransi Dwiguna Jabatan Walikota DAN Wakil Walikota Tahun 2016 S.D Tahun 2019, mengakibatkan kerugian keuangan daerah kota Makassar khususnya PDAM kota Makassar dengan nilai total sebesar Rp. 20.318.611.975,60. (Dua Puluh Milyar Tiga Ratus Delapan Belas Juta Enam Ratus Sebelas Ribu Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Rupiah Enam Puluh Sen). (Jum)

Baca Lainnya

Jadi Keluhan Publik, CBA Desak BPK dan Kejagung Periksa Pengelola Parkir Kemenaker Hingga Proses Penunjukannya

26 April 2026 - 14:08 WIB

Jadi Keluhan Publik, Cba Desak Bpk Dan Kejagung Periksa Pengelola Parkir Kemenaker Hingga Proses Penunjukannya

Harga Melonjak Rp48,5 Juta per Unit, Dugaan Mark Up Kendaraan Operasional Sekolah Rakyat Disorot Tajam

26 April 2026 - 09:40 WIB

Ott Inhutani V Meledak: Aktivis Teriak Audit Perhutani, Presiden Ingatkan Jangan Ada Yang Kebal!

MataHukum Desak Usut Tuntas Bea Cukai di Balik Penyelundupan HP Ilegal Sidoarjo

24 April 2026 - 23:12 WIB

Matahukum Desak Usut Tuntas Bea Cukai Di Balik Penyelundupan Hp Ilegal Sidoarjo
Trending di Hukum