Menu

Mode Gelap
Diduga Bikin Video Provokatif, Seorang Pria Diamankan Polsek Mauk Hampir 2 Meter Kabel Sinyal Hilang, Operasional KA Kembali Normal Usai Diperbaiki Ekosistem Belum Siap, Relawan Logis 08 Minta Danantara Tunda Investasi Ayam Rp20 Triliun Jerry Massie Soroti Ancaman Spionase China terhadap Amerika Serikat Firman Soebagyo Apresiasi Kebangkitan Program P2KB SOKSI Marak Kecelakaan Kerja SPPG, Komite Pemantau MBG Desak BGN dan Kemenaker Diaudit

Internasional

Ketua Umum FKDB Belajar Ekosistem Budidaya Kedelai Di Amerika


					Ketua Umum FKDB Belajar Ekosistem Budidaya Kedelai Di Amerika Perbesar

TEROPONGISTANA.COM – Ketua Umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), Cucup Ruhiyat, S.E. mengikuti agenda kegiatan Food Grade Soybean Procurement Short Course yang diselenggarakan oleh Northern Crops Insitute at North Dakota State University, di Fargo North Dakota Amerika Serikat dari mulai tanggal 6 s.d 12 Juni 2022.

Cucup Ruhiyat menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang berkesempatan untuk hadir di acara tersebut bersama dengan perwakilan para pelaku usaha produk makanan dan minuman berbasis kedelai dari berbagai negara Asia diantaranya Malaysia, Philipina, Bangladesh, Vietnam, Myanmar dan India.

Northern Crops Insitute at North Dakota State University merupakan kolaborasi WISHH, SSGA, MN Soy, ND Soy, University Partners, dan Industry Partners yang bertujuan untuk menghasilkan program pendidikan berkualitas tinggi untuk membangun pemahaman, dan memberikan panduan dasar tentang pasar untuk tanaman yang tumbuh di dataran utara, salah satunya yaitu kedelai.

Selama seminggu, Cucup Ruhiyat mempelajari tentang ekosistem kedelai dari mulai pembudidayaan kedelai diantaranya kualitas dan produktivitas, penyimpanan dan penggudangan, proses logistic, termasuk skema kontrak, selain itu dilakukan kunjungan ke lahan pertanian kedelai.

“FKDB memiliki program utama di bidang pertanian, yang salah satunya di bidang budidaya kedelai. Tentunya di Amerika Serikat ini saya menyerap seluruh ilmu-ilmu terkait ekosistem kedelai dengan harapan dapat menjadi bahan untuk menyusun regulasi terkait pembudidayaaan kedelai yang sedang di galakan oleh FKDB ini” tutup Cucup

Baca Lainnya

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur dan Industri Lumpuh

30 April 2026 - 18:12 WIB

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur Dan Industri Lumpuh

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis
Trending di Internasional