Menu

Mode Gelap
Waspada Haji Ilegal, Anggota DPR: Visa Non-Haji Pasti Tertahan Permenaker Alih Daya Dinilai Inkonstitusional dan Langgar Putusan MK BPA Fair 2026: Lewat CFD, BPA Kenalkan Transformasi Lelang Aset Negara Pesantren Bukan Tempat Aman Pelaku Kejahatan, Kang Maman: Cabut Izin Jika Langgar Aturan BNN Tegas Larang Vape, Ombudsman Jakarta Raya : Ini Jalan Selamatkan Generasi Menanti Nyawa Melayang, FTMB Ultimatum Pemerintah Segel Tambang Curugbitung

Nasional

Menkominfo Pastikan Akses Internet Optimal selama KTT ke-42 ASEAN


					Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate bersama jurnalis peserta media gathering di Kantor Network Operation Center PT. Telkom Indonesia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (03/05/202). Perbesar

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate bersama jurnalis peserta media gathering di Kantor Network Operation Center PT. Telkom Indonesia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (03/05/202).

Teropngistana.com – Infrastruktur digital menjadi salah satu elemen penting dalam menunjang sukses penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ke-42 ASEAN. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan telah menyiapkan akses telekomunikasi dan jaringan internet berkualitas bekerja sama dengan penyelenggara layanan telekomunikasi, terutama PT. Telkom Indonesia.

“Kami terus menyiapkan kualitas jaringan internet yang mencukupi sebagai kebutuhan siaran selama perhelatan berlangsung. Termasuk jaringan seluler maupun fixed network-nya. Agar bandwidth yang cukup, sehingga upload dan download data nanti bisa dilakukan dengan baik dan memadai,,” ungkapnya kepada jurnalis peserta media gathering di Kantor Network Operation Center PT. Telkom Indonesia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (03/05/202).

Baca juga: Kasus BTS Menkominfo, Kejagung Periksa Jhonny 6 Jam

Menurut Menteri Johnny, Kementerian Kominfo dan PT Telkom Indonesia juga menyiapkan jaringan back-up agar menjamin jaringan internet tetap optimal selama KTT ke-42 ASEAN.

“Sudah hampir lengkap atau sebentar lagi rampung 100 persen siap. (Jaringan Sistem Komunkasi Kabel Laut) perlu kita perhatikan betul-betul agar ASEAN ke-42 berjalan lancar dan masyarakat kita mendapat manfaatnya,” tandasnya.

Selain pemantauan yang dilakukan dari NOC PT. Telkom Indonesia di Manggarai Barat, Kementerian Kominfo juga menyiagakan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika yang ada di Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Kupang.

“Mereka mengawasi spektrum frekuensi selama penyelenggaraan KTT ASEAN. PT. Telkom pun sudah menyiapkan pemantauan agar tidak terjadi interference spektrum frekuensi. Saya berharap tentu melalui Network Oepration Center di sini bisa melakukan monitoring dengan baik,” ungkapnya.

Senada dengan Menkominfo Johnny G. Plate, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan jaringan telekomunikasi yang optimal merupakan jantungnya kesuksesan KTT ASEAN.

“Publik sekarang menunggu dengan seksama apa yang dihasilkan dari KTT ini dan itu bisa di-deliver teman-teman media ke publik sebagai britdging (jembatan), maka kuncinya ada di sini (kualitas jaringan operator),” tandasnya.

Baca juga :Tenaga Ahli Jaksa Agung Wajib Tingkatkan Kepercayaan Publik

Berkaca dari penyelenggaraan KTT G20, Moeldoko menyatakan sejauh ini semua persiapan layanan telekomunikasi berjalan dengan baik. “Segala hal teknis berkaitan kualitas jaringan harus dirinci dengan baik kemungkinan-kemungkinan yang mengganggu,” ujarnya.

Kunjungan Menkominfo Johnny G. Plate ke Kantor NOC Labuan Bajo, Manggarai Barat merupakan rangkaian kegiatan untuk memantau dan memastikan kesiapan infrastruktur digital dan layanan media selama KTT ke-42 ASEAN.

Dalam kunjungan itu hadir pula Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong; CITO PT. Telkom Indonesia, Erlan Widjanarko; serta Ketua Gugus Kerja ASEAN Summit PT. Telkom Indonesia, Syaifudin.

Baca Lainnya

Waspada Haji Ilegal, Anggota DPR: Visa Non-Haji Pasti Tertahan

11 Mei 2026 - 18:56 WIB

Jakarta – Penerapan Sistem Pengelompokan Jamaah Model Syarikah Dalam Penyelenggaraan Haji Tahun 2025 Memicu Kebingungan Di Kalangan Jamaah. Anggota Komisi Viii Dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (Pkb) Maman Imanul Haq Meminta Menteri Agama Segera Melakukan Evaluasi Agar Tidak Menganggu Kenyamanan Ibadah Jamaah Haji Indonesia. “Penerapan Sistem Syarikah Yang Terkesan Mendadak Ini Telah Mengacaukan Pengelompokan Kloter Yang Sebelumnya Sudah Terencana Dengan Baik Dari Tanah Air. Akibatnya, Banyak Jemaah Suami Istri Yang Terpisah, Serta Jemaah Lanjut Usia Yang Terpisah Dari Pendamping Yang Sangat Mereka Butuhkan. Kami Meminta Menteri Agama Segera Melakukan Evaluasi&Quot; Ujar Kiai Maman Imanulhaq, Selasa (13/5/2025). Pria Yang Akrab Disapa Kiai Maman Ini Mengungkapkan Sebelumnya, Jemaah Haji Indonesia Hanya Dilayani Oleh Satu Syarikah, Yaitu Mashariq. Namun, Pada Tahun Ini, Terdapat Delapan Syarikah Yang Bertugas Melayani Jemaah Haji Indonesia. Syarikah Sendiri Merupakan Perusahaan Arab Saudi Yang Memiliki Kewenangan Dalam Mengatur Pelaksanaan Ibadah Haji Di Indonesia. &Quot;Mengapa Harus Delapan Syarikah Yang Dilibatkan, Dan Apa Dasar Pertimbangannya? Seharusnya Kementerian Agama Telah Melakukan Identifikasi Masalah Dan Langkah-Langkah Mitigasi Sebelum Menerapkan Kebijakan Ini. Apakah Kekacauan Yang Terjadi Saat Ini Sudah Diketahui Dan Diantisipasi Oleh Kemenag?&Quot; Tanya Kiai Maman. Lebih Lanjut, Kiai Maman Mengusulkan Agar Jika Kemenag Tetap Menggunakan Delapan Syarikah, Pembagian Tanggung Jawab Hendaknya Didasarkan Pada Wilayah Di Indonesia. Misalnya, Syarikah A Bertanggung Jawab Atas Jemaah Dari Wilayah Tertentu Di Jawa Barat, Syarikah B Untuk Kota Tertentu Di Jawa Timur, Dan Seterusnya. “Jangan Seperti Kondisi Saat Ini Di Mana Lebih Dari Satu Syarikah Menangani Jemaah Dari Satu Daerah. Hal Ini Membingungkan Jemaah Dan Juga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Dan Umrah (Kbihu). Bayangkan Saja, Ada Jemaah Yang Belum Siap Berangkat Namun Tiba-Tiba Harus Berangkat Keesokan Harinya, Atau Sebaliknya, Jemaah Yang Seharusnya Berangkat Beberapa Pekan Lagi Di Kloter Lain, Mendadak Harus Segera Berangkat. Sistem Seperti Apa Ini Jika Hasilnya Justru Menimbulkan Kekacauan?&Quot; Tegasnya. Komisi Viii Dpr Ri, Kata Kiai Maman Mendesak Kementerian Agama Untuk Segera Melakukan Negosiasi Dengan Pihak Berwenang Di Arab Saudi Guna Mencari Solusi Atas Permasalahan Ini. Menurutnya Indonesia Saat Ini Membutuhkan Negosiator Yang Handal Dan Mampu Menyampaikan Keluhan Serta Mencari Solusi Konstruktif Atas Kekacauan Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji 2024 Ini. &Quot;Kami Memberikan Kesempatan Kepada Kemenag Dan Dirjen Penyelenggara Haji Dan Umrah Untuk Bertindak Cepat Menangani Masalah Ini. Kami Tidak Dapat Menerima Jika Penggunaan Delapan Syarikah Ini Justru Menyengsarakan Jemaah Haji Indonesia,&Quot; Imbuh Kiai Maman.

Permenaker Alih Daya Dinilai Inkonstitusional dan Langgar Putusan MK

11 Mei 2026 - 18:24 WIB

Permenaker Alih Daya Dinilai Inkonstitusional Dan Langgar Putusan Mk

BPA Fair 2026: Lewat CFD, BPA Kenalkan Transformasi Lelang Aset Negara

11 Mei 2026 - 18:11 WIB

Bpa Fair 2026: Lewat Cfd, Bpa Kenalkan Transformasi Lelang Aset Negara
Trending di Hukum